5 Kesalahan Saya Sebagai User Jam Sport SUUNTO

5 Kesalahan Saya Sebagai User Jam Sport SUUNTO

Olahraga lari sudah menjadi salah satu olahraga rutin yang saya pilih, lari menjadi suatu hal penting ketika ingin menjaga kebugaran tubuh, namun kebetulan akhir - akhir ini saya sedang tidak berlari dalam beberapa waktu terakhir ini. 

Disamping karena sedang masa pandemi juga karena sedikit agak malas untuk memulai lagi lari karena Jam Sport Suunto saya sedang bermasalah, tapi minggu ini saya mau atur waktu lagi supaya bisa lari walau gak pakai Jam Sport Suunto.

Kita tau sendiri lari sangat bermanfaat buat kesehatan tubuh seperti untuk kesehatan jantung, mengurangi risiko jantung coroner (cardiovaskuler), mengurangi berat badan, mencegah osteoporosis, memperbaiki suasana hati (lari menghasilkan hormon endorphin), dan manfaat lain buat kesehatan tubuh.

Di tulisan kali ini saya ingin bicara tentang pengalaman saya sebagai user dari Jam Sport Suunto, kebetulan Jam Sport milik saya ini mati total gak bisa berfungsi sama sekali, semoga saja ini karena karena kekeliruan saya sebagai user bukan karena kualitas Jam Sport nya yang rendah. 

Tapi kita coba ulas dulu ya, apakah ini karena kekurangan pada Jam Sportnya atau kesalahan pada usernya dalam menggunakan jam tersebut. 

Selama meggunakan Jam Sport ini, selain sebagai Jam biasa saya manfaatkannya untuk memonitor Heart Rate, termasuk juga Cadence, VO2 Max, fitur - fitur pada Jam Sport ini sangat membantu sekali dalam memonitor tubuh pada saat berlari. 

Saya pakai adalah Jam Sport Suunto jenis Spartan Trainer, model seperti di bawah ini :

Suunto Spartan Trainer

Suunto Spartan Trainer

Untuk mengetahui fitur apa saja yang ada pada Arloji yang satu ini, semuanya sudah diulas secara lengkap pada website resmi Suunto. Fitur yang ditawarkan pun sangat beragam mulai dari pemantauan aktifitas berupa Heart Rate Harian, GPS, Pelacakan Tidur dll, untuk selengkapnya anda bisa baca dan cek melalui link ini https://www.suunto.com/en-gb/Support/Product-support/suunto_spartan_trainer_wrist_hr/suunto_spartan_trainer_wrist_hr_id/fitur/

Nah melanjutkan lagi cerita sebelumnya, terkait dengan gak bisa nyala nya Jam Sport SUUNTO gw ini, saya mikir mungkin ini karena gw mungkin salah dalam pemakaian, tapi saya masih penasaran apakah iya seperti ini, saya akan coba share pengalaman dengan jam ini,  saya sudah merangkum menjadi 5 kemungkinan kesalahan saya sebagai pengguna Jam Sport SUUNTO :

1. Tidak Paham Fitur Dengan Baik

Membeli jam olahraga (sport watch) dengan harga yang lumayan mahal yah (+/- 5 juta rupiah) sejatinya harganya sebanding dengan fitur yang ditawarkan oleh jamnya. Dengan harga segitu pasti banyak fitur yang bisa dimanfaatkan dari Jam Sport Suunto ini, dan memang benar ketika baca manual nya fiturnya banyak, dan cukup lah untuk menjadikan lo sebagai olahragawan triathlon (renang - sepeda - lari).

Tapi ternyata saya menyadari selama ini sejak saya membelinya, saya belum sepenuhnya memahami dengan baik fitur - fitur yang ditawarkan pada jam ini, sementara bisa dibilang ada banyak sekali fitur yang bisa digunakan dari jam ini (dan saya baru sadar setelah jam saya ini matot). 

Kalau saja fitur jam yang cukup bayak itu saya pahami maka, saya bisa menggunakannya untuk memudahkan berbagai kebutuhan olahraga saya, gak hanya cuma mengukur GPS, dan Heart Rate. Apakah karena tidak paham fitur bisa mengakibatkan arloji ini mati total? bisa jadi, walau sebenarnya tidak berakibat secara langsung, yang jelas kalau paham fiturnya maka pemakaian nya pun bisa seimbang menyesuaikan fitur.

2. Tidak Tepat Guna

Beli jam olahraga tapi dipakai hanya untuk mejeng alias bergaya (bukan untuk olahraga sama sekali), alias tidak tepat guna, nah bisa dibilang 50% penggunaan jam ini saya pakai untuk bergaya 😁

Awal beli jam ini sih semangat untuk olahraga tinggi, bawaannya pengen olahraga tiap hari mungkin karna jam masih baru 😍. Tapi lama kelamaan kesininya agak malas, mungkin awalnya gegara Covid19 juga sih, jadi takut mau olahraga di luar, eh malah kebablasan jadi malas olahraga.

Di masa pandemi seperti sekarang ini, arloji Suunto nya pun lebih banyak parkir di rumah, dan paling kalau keluar sesekali dipake untuk jalan. Jadinya jam ini tidak berguna sama sekali, karena tidak saya pakai sesuai dengan fungsi nya. Apakah kalian juga melakukan hal serupa? semoga gak ya gaes.

Jadi, apakah pengunaan arloji yang tidak tepat guna bisa mengakibatkan arloji nya mati total? bisa jadi, tapi kalau tidak digunakan untuk hal - hal aneh, dan hanya cuma buat mejeng harusnya malah lebih awet sih.

3. Asal Letak

Nah, kalau yang ini sangat penting sekali untuk diperhatikan, kataya kalau punya barang (mau itu barang murah atau barang mahal) harus dijaga dan dipake dengan benar, saya adalah termasuk orang yang suka teledor meletakkan barang - barang kalau lagi di rumah.

Jam Sport Suunto adalah jam elektronik dengan daya tahan fisik yang menurut saya masih lebih rentan dibandingkan dengan jam manual. Karena jam ini elektronik dimana perangkat atau komponen elektronik seperti kapasitor, sensor dll yang ada di dalamnya menurut saya akan sangat sensitif sekali jika diperlakukan tidak wajar (diletak sembarangan, atau sering jatuh dll). 

Jam manual kalau terkena guncangan mungkin efek nya paling cuma body luar lecet atau tergores, tapi kalau jam digital seperti ini apabila terkena guncangan, misalnya jatuh, atau ketimpa benda2 tertentu maka jam ini akan lebih mudah rusak dibanding jam manual, perangkat elektronik yang ada di dalamnya mungkin saja jadi rusak atau eror. 

Maka dari itulah siapapun kalian yang punya arloji seperti ini apabila habis pake harusnya diletak di tempat yang benar, jangan asal letak di sembarang tempat. Kalau asal, saya yakin umur jam nya dijamin akan lebih cepat rusak. 

Tapi apakah arloji saya ini matot karena saya asal letak? bisa jadi, tapi kalau saya sih sangat merawat arloji ini, tempatnya pun khusus, sehingga gak pernah jatuh atau tergeletak disembarang tempat, tapi kenapa Jam Sport Suunto ini harus masuk ICU Service Center karena tiba-tiba black out gak nyala ? Saya juga gak ngerti.

4. Asal Nge-cas

Batre menjadi satu hal yang perlu perhatian khusus dalam setiap menggunakan Jam digital apapun termasuk merk Suunto ini. 

Kalau kita beli Jam Sport Suunto, kita hanya dapat kabel charger (port USB), tidak include dengan kepala chargernya, sehingga untuk nge-cas kita harus memanfaatkan kepala charger hp yang ada colokan USB nya, atau nyolok di laptop atau PC karena kita hanya dikasi kabel USB jam nya saja. 

Nah bisa dibilang saya sering kali nge-cas pakai kepada charger yang beda - beda, kadang pakai kepala charger android, kadang juga pake punya-nya iphone. 

Mungkin karena nge cas jam dengan kepala charger yang sering gonta ganti lah yang menjadi salah satu penyebab rusaknya Jam Suunto saya ini (mungkin). Kenapa begitu? kalau analisa sederhana saya sih karena voltage dari USB charger pada Iphone, Android, Laptop dan PC yang berbeda - beda, sehingga arus listrik yang masuk pun jadi berbeda, nah apakah pabrik tidak menganalisa ini? saya yakin mereka sudah menganalisa hal ini, walau saya gak tau persis (karna ane bukan anak elektro), tapi yang jelas arloji ini mati total dengan penyebab yang tak pasti.

5. Jarang Update

Arloji elektronik/digital pada umumnya memiliki versi software yang didesain untuk dapat di-update. Hardware jam nya sendiri tidak perlu diupdate, tapi software di dalamnya dan software external yang dapat menampilkan secara visual hasil monitoring dari Jam ini yang perlu diupdate. Apabila software tersebut mengalami perubahan (update) maka dari itu Jam nya pun perlu di-update supaya bisa nyambung. 

Misal API di Strava mengalami pembaruan, yang membuat aplikasi di Jam nya menjadi tidak bisa tersinkronisasi dengan baik, sehingga jam ini pun harus ikut di-update juga. 

Lupa untuk melakukan pengecekan terkait ini, jarang update juga mungkin saja menjadi penyebab kenapa jam nya tidak berfungsi (mati total), bisa jadi iya bisa jadi gak, hanya perusahaan pembuatnyalah yang tau itu.

Tapi lagi2 ini adalah pemikiran dan analisa aya sebagai user (menurut saya) tapi apa iya pada saat para product development jam ini, apakah keteledoran2 pengguna seperti yang saya sebutkan di atas tidak diantisipasi oleh pembuat jam ini? karna jam ini sudah kualitas dunia saya yakin fitur ini sudah terpikirkan, jadi kenapa mati total? bisa jadi memang produk nya kurang bagus, tapi ini masih kemungkinan, kita lihat saja nanti setelah jam nya selesai di reparasi. 

Okay last but not least, disamping cara kita menggunakan dan cara kita memanfaatkan fitur-fitur pada jam ini, cara kita merawatnya merupakan hal yang paling menentukan kesehatan dari jam itu sendiri, jadi rawatlah dengan baik.