Review Buku : Orang Terkaya Di Babilonia

Review Buku : Orang Terkaya Di Babilonia

Uang merupakan alat tukar yang kita butuhkan, hampir seluruh aspek kehidupan kita ini butuh yang namanya uang mulai dari kebutuhan pokok seperti beli beras pake uang, beli air minum pake uang, beli lauk pake uang hingga kebutuhan tersier seperti beli mobil pake uang atau beli motor juga pake duit.


Uang sangat dibutuhkan, hingga banyak orang rela melakukan pekerjaan di luar batas normal demi mendapatkan uang, bekerja siang dan malam, lembur hingga larut bahkan kadang banyak yang mengorbankan kesehatan demi mendapatkan uang agar bisa mencukupi kebutuhan hidup nya sehari - hari.


Sementara itu realita yang terjadi adalah banyak orang yang tidak bisa menimbun atau mengelola uang dengan baik, banyak orang yang mampu menghasilkan uang tapi kenapa orang tersebut masih saja terlilit hutang dan hidup melarat. Gajian tiap bulan, tunjangan hari raya (THR) tiap tahun, ditambah lagi ada bonus dan ada juga yang punya penghasilan tambahan, tapi kok bisa orang itu tetap saja kekurangan uang dan tidak punya tabungan.


Tapi disisi lain kenapa juga ada banyak orang yang bisa kaya, mengumpulkan kekayaan berlipat ganda setiap waktu. Walau banyak pengeluaran tapi tetap saja uang nya tidak habis, tapi malah bertambah banyak dan banyak, mereka bisa dibilang berhasil mengelola keuangan nya dengan baik, 


Ternyata yang menimbulkan itu terjadi adalah faktor pengelolaan uang yang tidak tepat, dan buku Orang Terkaya di Babilonia menjelaskannya dengan baik.


Pemahaman kita tentang keuangan menjadi satu hal penting untuk bisa sukses dalam hal keuangan, buku ini menceritakan bagaimana jaman dulu ada seorang yang kaya raya di Babilonia, kekayaannya sangat banyak sehingga dia dihormati oleh masyarakat. 


Dia bukan lah orang yang lahir dengan kekayaan melimpah, atau harta orang tua yang melimpah, atau dapat rejeki yang membuat dia tiba - tiba menjadi orang kaya, tidak.  Nah pada buku ini ada 4 poin penting yang menurut saya merupakan inti sari dari buku ini yaitu : 

  1. Gaji Dulu Dirimu Sendiri : Apa sih artinya gaji dulu dirimu sendiri ? kan sudah gajian, ngapain lagi menggaji diri sendiri, awalnya saya juga mikir nya begitu, tapi setelah membaca akhirnya saya memahami. Gaji dulu dirimu sendiri maksudnya adalah setiap kali memperoleh pendapatan dari pekerjaan atau usaha kita, maka hal pertama yang harus dilakukan adalah mengambil sebagian dari penghasilan itu sebagai gaji buat diri sendiri, dan menyimpan nya di tempat yang baik , baru menggunakan sisanya untuk pemenuhan kebutuhan yang lain. Besarnya adalah minimum 10 % dari gaji, harus anda sisihkan sebagai gaji mu dari penghasilan mu, jadikan menjadi tabungan, kumpulkan setiap kali mendapatkan penghasilan.
  2. Uang adalah budak : Babylonia adalah sebuah kota dimana terjadi perbudakan, perbudakan yang terjadi bukan karena penjajahan, semua orang bisa menjadi budak, dan semua orang bisa merubah nasib dari budak menjadi orang bebas. Ketika orang punya koin emas (uang) maka dia bisa membeli budak sebanyak yang dia mau, budak - budak ini tentu akan bekerja keras buat dia untuk menghasilkan koin emas (uang) lagi. 
  3. Jangan Berhutang : Berhutang merupakan salah satu penyebab utama orang menjadi jatuh miskin dan melarat, berhutang karena gaya hidup yang ingin terlihat mewah sudah pasti akan sangat merusak kondisi keuangan anda. Tahan diri anda untuk tidak berhutang, manfaatkan uang yang ada cukupkan diri dengan uang yang anda punya. Kalau saat ini anda punya hutang, bekerja keraslah agar bisa segera melunasi hutang itu.
  4. Kerja Adalah Sahabat : Budak - budak yang baik dan bekerja dengan profesional akan dipelihara oleh tuannya, budak yang seperti ini akan menjadi pilihan orang - orang kaya, dengan cara seperti inilah budak - budak itu bisa lepas dari perbudakannya, dengan bekerja rajin dan keras budak bisa mengumpulkan uang buat dirinya sendiri dan bisa lepas dari perbudakan menjadi orang bebas.


Orang terkaya di Babylonia ini diceritakan sebagai orang biasa yang memulai kekayaan nya dari nol hingga menjadi orang paling kaya di Babilonia. Dengan teknik - teknik sederhana dan menjadi orang bijak dalam mengelola keuangan nya, selalu menyisiknan 1/10 dari penghasilan untuk diinvestasikan.