Inbox Email kalian pasti berantakan !

Saya menggunakan Gmail sebagai email utama dalam keseharian saya, ada banyak sekali email yang masuk, dari facebook notifications, dari bukalapak (hasil jual/beli), dari kantor, dari orang lain, ada juga email spam, email promo, dan sebagainya.

Kalian pun pasti seperti itu kan....

Email yang ada di inbox entah dari mana aja, dan semua nya numpuk di inbox. Ada yang belum kebaca (Unread) ada yang sudah dibuka dan harus balas tp masih pending, ada yang sudah jadi artefak atau fosil karena sudah saking lamanya gak di buka dan masih Unread.

Kondisi seperti ini harus diubah, kesan berantakan pada inbox kita akan memberikan gangguan tersendiri, dulu hal ini saya alami, inbox saya dari sekian banyak email, semuanya terisi dengan berbagai email numpuk terus tiap hari, dan akhirnya....

Saya memutuskan....

Untuk melakukan bersih2 email...masukin tong sampah (trash) semua email masuk yang gak kepake, yang belum di balas, saya balas satu2, dan langsung saya Archive (Arsip).....

Ternyata.....eh ternyata...

Efek yang gw alami dari kondisi ini sangat positif, rasanya inbox yang bersih dan kosong memberikan kesan damai, tenang dan puas.

Dan tentu sekali gw sangat merekomendasikan ini kepada kalian gaes....untuk segera membersihkan inobox email.

Ini hal sederhana yang gw lakuin untuk mengelola inbox email :

1. Jangan cek email anda setelah bangun pagi 
Usahakan untuk melakukan cek email berkala, jangan lakukan di waktu pagi. Lakukan lah setelah anda menyelesaikan 2 atau 3 jenis "to do list" utama anda. Karena sekali kita cek email di awal hari, kemungkinan untuk mengalami distraction akan sangat besar. Lebih baik dicek setelah aktifitas utama anda selesaikan. Saya biasanya cek email di siang hari, jam mau istrahat kerja. Kalian bagaimana? sesuaikan lah dengan aktifitas utamamu.

2. Ketika cek email langsung buat keputusan atas setiap email yang masuk
Dibutuhkan keberanian untuk segera membuang email dari inbox. Kalau :
- email spam atau junk : langsung buang ke trash
- email informasi dan itu sgt relevan menurut anda, segera tandai untuk dibaca nanti (flag) dan kemudian langsun Arsipkan.
- email yang butuh respon satu atau dua menit : langsung balas dan segera kosongkan dari inbox.
- email yang butuh follow up dan makan waktu : tandai pada reminder dan masukkan ke dalam "to do list" anda sebagai daftar baru, untuk nanti diselesaikan, buat jatuh tempo nya.

3. Saya hanya punya satu folder : Arsip
Semua email tak taro di folder arsip...hal ini memudahkan saya melakukan pengaturan. Kalau ingin buka email laam, tinggal search di Gmail, fitur ini sangat membantu sekali.

Inbox Email kalian masih berantakan : Segera lakukan pembersihan inbox, cek email secara berkala, lakukan action segera atas setiap email yang masuk atau tandai untuk dikerjakan nanti (masukkan ke dalam to do list) dan segera arsipkan.

Masih mau bekerja dengan gaya multitasking, Ini pengalaman saya !

Hal yang saya alami selama bertahun-tahun bagaimana bekerja menyelesaikan banyak daftar pekerjaan dengan gaya multitasking.

Yang saya lakukan :

1. Terlalu banyak keinginan
Saya berprofesi sebagai profesional di salah satu perbankan, mengerjakan pekerjaan terkait dengan financial. Namun dalam keseharian ada banyak sekali keinginan yang saya maui... banyak sekali contoh nya :
- Pengen punya bisnis internet (online)
- Pengen punya bisnis offline (punya barber shop)
- Pengen jago programming (android)
- Pengen jadi penulis
- Pengen punya blog pribadi yang banyak dikunjungi
- Pengen punya pengaruh di dunia sosial
- Pengen punya badan sehan dan sixpack
- Pengen punya passive income
- dan masih banyak lagi.

2. Selalu bilang "Ya"
Di luar sana ada banyak sekali potensi bisnis, gagasan dan ide bagus, ataupun peluang pekerjaan yang dapat memberikan kita hasil sesuai dengan harapan kita. Dan biasanya saya selalu bilang "Ya" ketika ada tawaran yang seperti ini.

3. Tidak ada batas waktu
Setiap pekerjaan yang saya lakukan, tidak ada batas waktunya, semuanya memiliki waktu yang tak terbatas, dan ini pelajaran berharga bagi saya untuk segera membatasinya.

4. Ingin menguasai semuanya
Kerja dengan cara seporadis, tidak fokus, misalnya saja ketika kita kerja di PC, di dalam PC itu ada banyak hal yang kita kerjakan.

MS. Office terbuka, Chrome terbuka (banyak tab yang terbuka), Music Player berjalan, WA an juga sambil, sesekali buka facebook dan twitter, kadang cek Youtube, sekali2 mampir juga ke Instagram. Multitasking bgt yah !

Hasil akhirnya begini dah :

1. Tidak ada satu pun yang berhasil 
Dari sekian banyak daftar kerjaan yang saya buat, ternyata akhirnya tidak ada satupun yang mendapat tanda centang (✔) alias tidak ada satupun yang berhasil.

Yang ini terbengkalai, yang itu belum kelar, yang satu lagi makin terbengkalai, akhirnya tak satupun jadi.

2. Stress
Stres /strés/ n Dok. adalah gangguan atau kekacauan mental dan emosional yang disebabkan oleh faktor luar; ketegangan.

Dari definisinya aja sudah jelas bahwa stress itu adalah kekacauan mental dan emosional, bayangkan ketika pekerjaan kita tidak ada satupun yang berhasil, otomatis mental dan emosional pun kacau semua.

3. Asam lambung naik
Kalau kita baca di internet, ada banyak sekali ulasan mengenai kenapa asam lambung naik, apa pemicunya.

Ternyata hampir semuanya mengatakan bahwa peningkatan asam umumnya karena multifaktor. Salah satunya adalah stres, bisa karena banyak pikiran, kurang tidur, atau kelelahan.

4. Berat badan naik
Yang saya alami, ketika kita dalam kondisi stress, berat badan naik, laju makan meningkat, bawaannya pengen makan aja setiap jam.

Alhasil berat badan saya pun naik, yang tadinya 60an Kg, jadi 80an Kg. Dan ini akan menjadi tugas berat.

So, masih maukah anda bekerja dengan cara multitasking ?

Hey Millennials, Apakah Multitasking Good or No Good ?

Setiap kita memiliki beragam daftar pekerjaan (to do list), segudang aktifitas yang membutuhkan tanggung jawab dari kita, untuk kita kerjakan dan selesaikan. Dan daftar tersebut tidak akan habis dan malah akan menumpuk jika kita tidak dapat menyelesaikannya dengan benar.

Mahasiswa/i harus mengikuti setiap pembelajaran (mata kuliah) di kampus agar bisa lulus tepat waktu, karyawan harus menyelesaikan pendingan pekerjaan di kantor agar bisa gajian dan dapat bonus, dan olahragawan harus berlatih sekuat tenaga agar bisa menang dalam lomba atau pertandingan, dan lain sebagainya.


Saya lebih suka memaparkan sesuatu dengan ilustrasi atau cerita, kali ini saya akan menceritakan seorang mahasiswa bernama Jaultop, dia adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi terkenal di Indonesia yaitu Universitas Indonesia jurusan Hukum.

Pada semester awal kuliah, Si Jaultop sangat rajin kuliah, mengerjakan tugas, dan fokus mempelajari setiap mata kuliah yang ada di semester awal, dan hasil nilai yang dia peroleh pun sangat memuaskan di semester tersebut.

Dalam perjalanan waktu si Jaultop ini sudah semakin mengenal lingkungan kampus, berteman dengan mahasiswa dari jurusan lain, mulai mengenal organisasi di kampus, kegiatan seni dan olahraga, kegiatan keagamaan dan lain sebagainya.

Dan ternyata si Jaultop mulai mengikuti kegiatan diluar kuliah, dia mulai bergabung dengan salah satu organisasi mahasiswa di kampus, otomatis "to do list" nya si Jaultop pun harus bertambah.

Singkat cerita di akhir semester si Jaultop bukannya menghasilkan nilai yang bagus, di kegiatan organisasi juga tidak "produktif". Dan pada saat ditanya si Jaultop berdalih mengatakan "tidak punya waktu yang cukup" sibuk ini dan sibuk itulah.

Fakta yang mengejutkan adalah bahwa semua orang memiliki jumlah waktu yang sama setiap hari yaitu 24 Jam. Tidak ada orang yang memiliki waktu di atas atau pun di bawah 24 jam sehari. Tetapi ternyata dengan waktu yang sama tidak semua bisa bekerja dengan efektif dan produktif.

Berikut ini adalah fase-fase yang saya lalui ketika berusaha untuk memutuskan "do less" saya sendiri, dan ternyata sangat sulit loh gaess... ada aja hambatannya, padahal "melakukan lebih sedikit loh" kenapa lebih susah ya, langsung nih fase yang gw alami :

1. Menentukan "To-DO-List" 
Memilih satu dari sekian banyak list pekerjaan aja bisa menghabiskan waktu dua jam. Dari sekian banyak list yang kita buat seringkali kita menginginkan semua list dapat kita selesaikan, iya sih, tapi bagaimana menyelesaikannya adalah pertanyaan selanjutnya? apakah memang semua list harus kita kerjakan ?

2. Masih Belum Yakin
Tapi entah kenapa kalau memilih satu jenis list dari sekian banyak membuat saya merasa kurang atau merasa gw harus mengerjakan yang lain nya juga, gw gak mau yang ini ketinggalan, trus yang itu juga gw gak mau ketinggalan, jadi semua pengen aku kerjakan secara bersamaan.

3. Godaan Datang Di Saat Yang Tepat
Takkala sedang mengerjakan satu jenis pekerjaan, kadang godaan untuk mengerjakan pekerjaan yang lain akan muncul dan itu akan membuyarkan konsentrasi dan akhirnya bubar jalan.

4. Ini Gak Akan Berhasil, Coba Lagi Yang Lain
Sementara waktu terus berjalan, dan tidak ada satupun yang berhasil, hingga akhirnya injury time tidak ada satu gol pun tercipta.

5. Akhirnya Saya Memutuskan, Ternyata Sulit Sekali
Akhirnya saya memutuskan untuk memilih satu, tapi waktu sudah tinggal sedikit, dan akhirnya itupun berlalu saja yang satu itupun tidak dapat saya kerjakan. Akhirnya pekerjaan tidak ada satupun....

yang selesai, semua menjadi menumpuk, pikiran stress dan tidak ada hasil, sementara waktu dan tenaga terbuang sia-sia.

So Apakah yang harus saya lakukan ? Apakah saya akan berhasil ?

Nantikan tulisan saya selanjutnya !