Biasakan menunda

Di jaman now ini, menunda merupakan kegiatan yang paling enak.

Misalnya, seorang ibu menyuruh anaknya untuk sikat gigi, tapi si anak menunda sikat gigi, dia menjawab ibunya iya mak tar aja dah, msh main handphone dl, dan akhirnya tertidur hal ini sering terjadi bahkan hampir setiap hari, akhirnya lama2 gigi si anak pun sering sakit karena sudah berlobang, dan harus ke dokter gigi berobat (menimbulkan biaya berobat tentunya).

Ada lagi pekerja kantor, yang menunda untuk menyelesaikan pekerjaannya karena sibuk ngobrol sana sini, sibuk main gadget, sibuk mengurus hal2 di luar pekerjaan, dan akhirnya kerjaan pun gak selesai, akibatnya atasan marah dan jengkel, target tidak tercapai, bonus tidak cair dan hari2 menjadi menjengkelkan, hubungan dengan si bos menjadi semakin tidak harmonis, dan setiap waktu berusaha untuk menghindar dari bos, takut ditanyain progresa sudah sampai mana. Bos pun memutuskan untuk mengakhiri kontrak kerja dengan si pekerja tadi, ujungnya pengangguran lagi.

Dua contoh di atas sudah cukup jelas untuk mengingatkan kita bahwa menunda bukan lah hal yang baik.

Tapi, saya mau coba membawa kalian ke sisi yang berbeda, saya akan menyuruh kalian untuk menunda sesering mungkin, menunda apa?

Berikut ini hal2 yang harus kamu tunda, hal2 yang harus kamu kerjakan entah kapan, diantaranya :

1. Menunda untuk berpikiran negatif tentang orang lain
2. Menunda untuk kuatir tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang
3. Menunda untuk mengerjakan hal2 yang tidak penting
4. Menunda untuk menghabiskan uang secara boros
5. Menunda untuk makan makanan yang gak perlu

Tunda lah untuk melakukan hal2 di atas, saya sudah mencoba nya, efeknya sangat luarbiasa.

Biasakan dirimu untuk menunda, menunda melakukan hal2 yang mendegradasi kualitas hidup mu.

Oke gaes, seperti biasa terimakasih telah mampir ke blog Ranap Sianturi, semoga artikel2 saya bermanfaat.

Kalian luarbiasa.....(K huruf besar)

Apakah anda sedang mencari bentuk ?

Menjadi sosok yang sesuai dengan sosok yang kita bentuk di alam bawah sadar kita adalah keinginan adalah impian semua orang.

Saya ingin menjadi seorang penulis yang memberikan pengaruh positif bagi banyak orang, buat siapapun yang membaca tulisan saya, mereka bisa menjadi orang yang lebih bebas dari hal2 yang membelenggu. Mereka bisa menikmati kehidupannya sesuai dengan jiwa nya, sesuai dengan minatnya dan menjadi orang yang juga berdampak positif bagi sekitarnya.

Itulah bentuk yang saya sedang cari, sebuah bentuk yang saat ini blm ada, dan saya ingin menuju kesana.

Yang saya lakukan adalah di setiap aktifitas saya, berusaha untuk mencari bentuk itu, saya tidak mencari bentuk lain, fokus hanya itu saja.

Kalau saya gak fokus, akan banyak sekali distraksi atau gangguan yanh dihadapkan dengan saya setiap waktu. Antara lain banyak nya peluang yang ada mungkin bisa menggantikan bentuk yang saya inginkan tadi, banyaknya tawaran menarik di dunia luar akan juga mempengaruhi keinginan untuk mencapai bentuk tadi.

Yang mungkin bisa merubah bentuk yang saya inginkan di kemudian hari. Tapi inilah yang saya lakukan fokus menulis menulis dan menulis, ke depan mungkin tulisan saya akan saya buat dalam bentuk video, just it.

Kalian bagaimana, apakah bentuk yang kalian inginkan selalu berubah sesuai dengan tawaran2 dari luar. Atau kalian tetap konsisten dengan bentuk yang sudah kalian gambar dan akan kalian capai suatu saat nanti.

Semua ada di tangan mu, ya tangan kalian gaes....

Gambar lah bentuk yang kalian inginkan, dan raihlah dengan doa dan kerja keras...

Terimakasih sudah membaca tulisan ini, semangat buat kalian semua.

Kalian luarbiasa....(K huruf besar)

Cara bersikap baik dengan rekan kerja di kantor

Siapa yang bersemangat ke kantor karena rekan kerja yang asik dann menyenangkan? Rasanya ke kantor itu seperti mau jalan2 bareng teman2, isisnya kerja dan tertawa.

Kalau kita mengalami hal seperti ini berarti lingkungan kerja kita bagus, cocok untuk karakter kita, dan rekan kerja mendukung.

Berbeda dengan rekan kerja yang kurang asik, isinya gosip mulu, gosip in si A lah, gosipin si B lah, gosipin si Bos lah, dan sebagainya. Memang menggosipin itu rasanya kyk kita yang paling benar, ibarat kata kita doang yang merasa benar dan orang yang kita gosipin itu kelakuannya salah semua (ya mungkin karna kita ngomongin dia di belakang ya, jd kita berani beranggapan paling benar).

Apa rasanya ke kantor dengan lingkungan gosip "everywhere" tiada hari tanpa gosip, yang ada energi kita terkuras lebih banyak utk hal2 negatif seperti gosip, bukan utk hal2 yang sifatnya produktif seperti kerjaan.

Saya tadinya suka ngomogin orang di belakang, menggosip karena kelakuannya yang menurut gw gak menyenangkan gw, atau merugikan gw, sehingga sering kali saya berusaha menjelek2 kan org tersebut kepada orang lain.

Dan saya menyadari hal ini bukan lah hal yang baik, karena efek yang saya rasakan adalah saya semakin membenci orangnya, padahal mkn tdnya cuma masalah sepele hanya masalah kerjaan yang kadang memang bikin hati jengkel, tapi sebenarnya kalau diatasi dengan hati dingin gak perlu ada konflik.

Akibat dari sikap seperti ini saya sering sekali ngalamin pusing kepala, asam lambung naik, maag kambuh, ditambah kerja pun gak semangat, apalagi kalau lihat orang nya kynya langsung pengen mengeluarkan amarah.

Perilaku seperti ini sangat buruk, tidak baik untuk kesehatan dan tidak baik utk kinerja. Saya memutuskan utk berhenti membenci orang tersebut, dan memulai bekerja secara profesional, berhenti ngomongin orang nya di belakang alias gosip.

Karena apapun ceritanya itu tidak bagus.

Jadi bagaimana menyikapi rekan kerja yang kurang asik :

1. Bekerjalah profesional
2. Bersikap lah baik
3. Jangan berprasangkan negatif, sebaiknya jangan dulu berpikiran negatif, usahakan utk tetap positif, karena kalau kita berpikiran positif, tindakan kita pun akan mengikuti pikiran itu, perilaku kita pun jadinya positif.
4. Jangan ngomongin dibelakang (gosip), kalau orang lain sudah mulai ngomongin orang tersebut, sebaiknya tinggalkan percakapan itu, gak usah ikut2an, stop gosip.
5. Fokuslah pada pekerjaan anda, jangan melakukan manuver2 yang gak jelas untuk menjatuhkan rekan mu, tapi berilah dukungan buat dia walaupun mkn dia tidak secara langsung merasakan, dukunglah dengan cara2 profesional.

Tips ini saya berikan sesuai dengan pengalaman saya sendiri selama bekerja di kantor, pengalaman kita pasti berbeda2, tapi solusinya pasti sama.

Oke, semoga tulisan ini berguna buat kalian, seperti biasa terima kasih sudah mampir ke blog ini,

Kalian luar biasa...(K huruf besar)

Menjadi Bos Yang Disayangi Anak Buah : You Pasti Bisa

Berbagi pengalaman itu asik yah, apalagi berbagi dengan orang yang senasip, pasti jadi kayak sehati dan sepikiran gitu walaupun sblmnya belum terlalu akrab

Misalnya di kantor, dengan rekan sekantor kita ngerasa sama2 kerja kyk tertekan atau ditekan dari atas (si bos), trus akhirnya kalo lg ngobrol sesekali menggerutu ttg si bos, kemudian pas makan siang kbtulan di tempat makan yang sama, mulai ngobrol2 santai, dan akhirnya berujung ke hal2 yang gak jauh dari ngomongin kelakuaan si bos.

Kejadian2 itu terus menerus terjadi, hingga akhirnya kita menjadi kompak, dan memutuskan mencari cara untuk menaklukan si bos.

Gimana ya cara kita menghadapi atasan? Dia itu bikin kita capek kerja? Udah dikerjain dgn benar ttp aja ada yang salah dan ada yang kurang? Pusig deh

Dan dengan semangat 45, tak ada satupun solusi yang bisa dipake utk menaklukan si bos, dan suasana kantor tetap aja sama, si bos masih aja kyk singa kelaparan...hadeuh...kadang malah kayak singa kelaparan yang lg pengen makan yang asem2...kebetulan muka kita sering kelihatan asem di matanya hahaha...

Akhirnya kita hanya bisa berdoa semoga saja si bos ini cepat ganti, dan untungnya si bos pun diganti dengan bos baru, dan selama pemerintahan bos lama, kita ngerasa kerja gak maksimal, energi habis hanya utk meladeni omelan, bukan karena kerjaan. Dan kita sebenarnya gak benci sama orang nya, cuma gak suka dengan gaya kerjanya yang membuat anak buah kewalahan dan tidak produktif.

Trus apa maksud dari tulisan saya kali ini, disini saya cuma mau bilang dan menyampaikan buat para bos2 yang ada di luar sana.

Bagaimana cara menjadi bos yang bijaksana dan disayangi anak buah, ini menurut pendapat dan pengalaman saya selama bekerja +/- 5 tahun :

1. Bos yang baik sebaiknya adalah bos yang bekerja dengan srategi, dapat memilah pekerjaan yang penting dan gak penting, karena kalau gak semua kerjaan akan terlihat sangat penting dan akan menghabiskan energi anak buah terlalu banyak, efeknya anak buah menjadi tidak bekerja efisien dan efektif, karena kelelahan mengerjakan semua pekerjaan yang penting dan gak penting, sementara waktu dan energi terbatas.

2. Dalam berucap seharusnya seorang leader adalah panutan dlm berkata2, bukan hanya dari kata yang dikeluarkan, tp juga tone nya, tinggi rendah nya tone bisa menciptakan persepsi yang berbeda bagi anak buah.

Sebenarnya masih banyak faktor bagaimana seharusnya seorang bos atau leader yang baik. Tapi kali ini saya hanya menuliskan dua itu saja.

Yang jelas, apa sih pentingnya bos seolah dihormati atau disegani tapi sbnarnya dibenci oleh anak buah, lbh baik seorang bos (leader) yang seolah gak terlalu dihargai dan disegani, tapi disayangi.

Dan dengan bos yang tipe ke dua ini, biasanya kerjaan di kantor dpt diselesaikan dengan rileks, efisien, cepat dan berkualitas, tp kalo yang tipe ke dua pasti suasana kantor hening, kerja di bawah tekanan, dan hasil kerja pun gak akan maksimal.

So, anda skrg bos, jadi lah bos tipe ke dua, disayangi anak buah, dan berkualitas dalam menyusun strategi menyelesaikan pekerjaan.

Oke, cukup sampai disini dl, nanti akan saya ulas lagi (kalau ingat yah) ttg bagaimana cara menjadi seorang bawahan yang disayangi bos....

Oke, seperti biasa terima kasih telah berkunjing ke blog ini, semoga bermanfaat....

Kalian luarbisa.....(K huruf besar)

Kerjaan utama saya : mengurangi kerjaan utama

Bangun pagi, berdoa saat teduh dl (bagi yang kristen), ato sholat subuh dl (bagi yang muslim), setelah itu melakukan aktifitas yang bermacam2. Ada yang olaraga pagi, ada yang tarik selimut lagi, ada juga yang baca buku, ada juga yang nyuci piring (disuruh emak nya), ada yang bersihin rumah, ada yang main game, ada yang main henpon, ada yang langsung ngetwit #2019gantibos, ada yang langsung mandi biar gak ketinggalan bus ato kreta, dan beragam aktifitas lain yang kita lakukan ketika bangun pagi.

Dan semuanya menyita waktu dan energi kita masing2.

Belum lagi di kantor, ada banyak pekerjaan dan aktifitas yang kita lakukan,  bagi yang pebisnis juga sama, banyak aktifitas bisnis yang mereka lakukan setelah bangun pagi.

Yang menjadi pertanyaan penting adalah Apakah aktifitas itu penting atau gak penting sama sekali ?

Pertanyaan ini perlu kita tanyakan seyiap waktu hendak melakukan sesuatu, tanyakan terlebih dahulu diri anda sendiri, penting gak sih gw ngelakuin ini, apakah kalo gw ngelakuin ini akan berpengaruh besar terhadap kehidupab gw, dampak nya apa yah?, Trus kalo gak gw lakuin dampaknya apa aja.

Kalau ternyata setelah kita renungkan, ternyata aktifitas itu gak penting, ya jangan dikerjakan, langsung dibuang saja,  pilih aktifitas lain yang lebih penting.

Di kantor, saya berusaha utk mengurangi pekerjaan, caranya saya pilih pekerjaan yang utama terlebih dahulu, sisanya saya kerjakan nanti.

Ketika saya mengerjakan yang saya pilih, di dalam nya saya pilih lagi yang paling penting, misalnya, kalau lagi bikin slide presentasi, saya mengutamakan konten atau isi terlebih dahulu, masalah design nanti urusan kedua, jd kerjaan saya lebih efektif dan efisien. Slide yang saya kerjakan pun lbh cepat selesai, karna piloin utamanya sudah ada, masalah design gak jd masalah, karna kita bukan mau jualan design. Teknik ini saya gunakan utk kerjaan yang lain, fokus ke hal penting, yg gak penting saya skip.

Bagaimana dengan Kalian gaes (ya Kalian..) ?

Sudah kah kalian mengurangi pekerjaan, atau malah menambah pekerjaan sendiri?

Gaya kerja kalian saat ini sudah kah efisien, atau malah setiap hari kalian merasa kok kayanya udah kerja mati2an tp gak ada hasil? (Dulu saya sering mengalami ini)

Apakah kalian (bagi yang pebisnis) melakukan banyak hal untuk mengembangkan bisnis, atau melakukan hal yang paling penting utk mengembangkan bisnis?

Mari kita renungkan bersama, bagaimana cara kita bekerja di profesi kita masing2.

Oke bro/sis, seperti biasa terima kasih sudah berkunjung ke blog saya....semoga tulisan2 saya bermanfaat buat kalian...

Kalian luarbiasa...(K huruf besar)...

Pra Sangka : Mau Negatif Atau Positif

Pra berarti sebelum, Pra Sangka berarti sebelum menyangka.

Di pergaulan kita sehari - hari pra sangka ini sangat besar pengaruhnya, bahkan dengan pra sangka saja seseorang bisa bertengkar dengan sahabatnya sendiri atau dengan keluarganya sendiri.

Biasanya pra sangka ini muncul karena adanya pihak yang memberi informasi yg mungkin salah, misalnya seseorang menyampaikan sesuatu ke teman nya, "katanya si anu gini loh", "ato katanya itu gak bagus loh","katanya orang2 gak suka sama dia, krna katanya dia itu orang nya begini begitu loh".

Kalo kita menelan "katanya" ini bulat2 (kayak tahu bulat, digoreng panas2, cuma lima ribuan), bisa2 hati kita ikut panas, dan kita pun jadinya berprasangka negatif.

Hampir setiap kita pernah mengalami hal  seperti ini, baik dari teman, sahabat, rekan kerja, bahkan anggota keluarga sendiri.

Trus gimana menyikapi sesuatu yang "katanya" ini supaya kita terhindar dari prasangka negatif.

Yang saya lakukan adalah seperti ini :

1. Tidak langsung percaya dengan omongan "katanya"
2. Lihat siapa yang ngomong, kalau kelakuan nya emg suka ngomongin orang, ya sudah anggap angin lalu aja tuh
3. Melihat penting atau tidak nya informasi itu, kalau penting boleh lah dikeep dl tapi kalo gak penting hanya terima aja infonya, tanpa merubah persepsi saya, ibarat kata, ya cuma sekedar lewat ajalah, gak perlu ditanggapi.
4. Kalau memang penting, berarti saya harus melakukan cross check terlebih dahulu kebenaran dari info nya, mencari fakta yang sebenarnya, ato mencari opini kedua (second opinion) dari orang lain atau sumber lain.
5. Kalau gak benar, langsung buang aja informasi "katanya" tadi, menjadi penilaian tersendiri buat saya kepada org yg menyampaikan, berarti dia berbohong atau berniat melakukan sesuatu yang gak bener.
6. Nah, kalau ternyata infonya benar, ya sudah berarti begitulah adanya, berarti "katanya" tadi bisa kita pastikan benar adanya.

Kalai sudah begini kan enak, pra sangka negatif gak akan ada lagi. Setiap informasi yang masuk kita saring dulu, dipilah dulu, buang yang gak benar, dan sisakan yang benar dan baik.

Oke, misalnya "katanya" si anu orangnya oportunis, dan kita diajak untuk gak usah berteman dengan dia, org nya gak asik. Dan ternyata dari beberapa orang yang kita kenal dan mengenal dia, semuanya berpendapat sama, semuanya mengatakan hal yang sama, trus apakah kita ikut dengan mereka untuk menjauhi dia?

Kalau saya berpendapat sebaiknya jangan, perlakukan lah dia selayaknya teman, selayaknya sahabat, kalau dia orangnya oportunis ya urusan dia lah itu, tapi kita tetap melakukan hal baik kepadanya, dan moga2 dengan kebaikan yang kita lakukan, bisa merubah sifatnya yang oportunis tadi, kita jadi orang yang berpengaruh baik buat teman2 kita.

Dan akhirnya jurus "katanya" pun bisa kita likis perlahan lahan dari dunia persilatlidahan ini.

So, begitulah kira2 cerita saya ini, semoga bermanfaat yah gaes....

Seperti biasa, makasih sudah mampir ke blog saya ini....

Kalian luarbiasa....(K huruf besar)

Masinis Kereta Yang Sinis : Membaca Yang Tertulis

Halo Kalian (K huruf besar), pernah gak kalian naik kereta api? Ato paling gak pernah gak sh kalian nyanyi lagu "naik kereta api" kalo belum berarti kalian lahir dan tinggal nya bukan di dunia yang fana ini, tapi di planet Mars (planetnya om Elon Musk).

Kalau saya sendiri sangat akrab dengan kereta, banyak sebutan buat mereka yang akrab dengan kereta, ada yang bilang angker (anggota kereta), ada juga roker (rombongan kereta), kalo saya mah penker (penumpang kereta) hehe...(yang terakhir bikinan saya sendiri).

Tapi apa pun itu, yang mau saya soroti di tulisan ini adalah masinisnya, you know what? Tau gak sih kalian gaes...kalau setiap kita naik kreta, si masinis pasti akan membacakan prosedur2 tata tertib berkereta yang sifat nya seperti himbauan, sebagai salah satu cara untuk mengingatkan penumpang agar tertib di dalam kereta, sehingga tidak merugikan penumpang.

Misalnya bagi penumpang yang hendak turun dimohon untuk tidak terburu-buru, periksa dl barang bawaan anda jangan sampe ketinggalan di kereta.

Perhatikan langkah anda, dimohon untuk tidak saling mendorong.

Dll.

Semuanya disampaikan sesuai dengan kondisi kereta (saat berhenti atau berjalan).

Masinis harus patuh dengan perintah yang diberikan perusahaan kepadanya. Patuh untuk menjalankan SOP menjalankan kereta api, salah satunya membaca prosedur tata tertib berkereta.

Gak kebayang kalo masinis nya lagi sinis,  pada saata kereta berhenti yang harusnya dia ngomong pemberhentian berikutnya stasiun Karet, perhatikan barang bawaan anda, dan hati2 saat melangkah, perhatikan batas antara peron dengan kereta, menjadi perhatikan perasaan anda, hati2 saat pedekate, perhatikan calon gebetan anda saat menembak, jangan2 dia sudah punya pacar, jadi dia cuma memainkan perasaan anda, pintu akan ditutup hati2 gak usah turun mending ikut saya aja sampe ujung rel kereta, pemberhentian hati anda berikut nya adalah stasiun masinis stasiun hati saya.

Wah kalo gini, tuh masinis langsung disorakin rame2

Adalah yang bilang oi masinis...jangan curhat dong

Ada juga yang lsg nge twit mension ke akun twiter perusahaan kereta nya, mimin ini masinis nya kenapa bisa patah hati gini, emg tunjangan mengisi kekosongan hati gak ada yah...

Macem2 komentar penumpang, mulai dari yg lucu sampe yang nyinyir overlap, sampe2 dibawa ke presiden hahaha...

Yang mau saya bilang di tulisan ini adalah cerita di atas hanya ilustrasi aja, tapi ada poin yang bisa kita petik dari ilustrasi ini (kalian petik sendiri yah!) Saat bekerja misalnya prosesi anda adalah masinis, sebaiknyalah patuh dan mengikuti aturan yang sudah ditetapkan oleh perusahaan, karena pekerjaan kita itu pada umumnya memberikan efek demi menjaga kepentingan umum, jangan melakukan improvisasi sesuatu yang tidak perlu seperti cerita tulisan di atas ya gaes....

Kebetulan saya menulis tulisan ini lg di kreta, karena saking asiknya menulis artikel ini saya sampe kelewat yg harusnya turun di sudirman kelewat sampe manggarai hahaha...

Terima kasih pak Masinis dan Commuter Line Indonesia, karna saya bisa langsung balik lagi ke Sudirman tanpa harus menunggu lama di Manggarai...mantab (y).

Oke, seperti biasa terima kasih telah berkunjung ke situs ini dan membaca postingan ini sampai selesai...semoga bermanfaat yh.

Kalian luarbiasa....(K huruf besar).

Mengubah Pola : Semoga Berhasil

Setiap kita pasti punya pola masing2 di setiap aktifitas yang kita kerjakan, pola makan, pola tidur, pola kerja, pola sosialisasi, dan pola pola lainnya.

Pola makan misalnya, aktifitas makan adalah aktifitas yang dimiliki oleh setiap kita, tapi pola nya beda2. Ada orang yang pola makannya teratur, misalnya setiap pagi sarapan, makan siang, tapi gak makan malam. Ada juga yang pola makan nya tidak teratur, selama ada makanan, makan mau kenyang mau lapar makan terus, ini namanya makan blong (rem blog).

Terbentuk dari kebiasaan sehari2, bukan terjadi dalam waktu yang singkat, pola makan adalah hasil dari kebiasaan2 makan sehari2.

Sudah kah kita menyadari dan memahami pola hidup kita, entah itu dlm hal makan, kerja, apapun deh, pernah gak kita bertanya apakah pola hidup gw sudah benar atau masih perlu dilakukan koreksi (peninjauan ulang), atau perlu mengganti pola.

Yang ini wajib ! (pesan sponsor)

Nah, memahami dan menyadari pola hidup perlu kita lakukan. Saat ini saya sedang mengubah pola hidup, saya ambil satu yakni pola olahraga.

Selama ini saya melakukan aktifitas berolahraga dengan pola yang tidak teratur. Berolahraga hanya karena pengen, misalnya pengen main futsal, ya ikut tanding ama kawan2, kalo lagi gak pengen, ya itu mager (malas gerak) dan banyak ngemil (ke indomaret beli es krim, abis itu beli gorengan di depan indomaret).

Ternyata efek dari pola olahraga yang saya alami adalah berat badan naik drastis, badan rasanya membesar seperti Hulk (cuma warna gak berubah jadi ijo), dan semua baju yang ada di lemari rasanya kok mengecil, karna di badan sudah gak sesuai ukuran lagi.

Karena efek inilah saya mencoba memahami faktor kenapa nya, saya bertanya kepada diri saya sendiri, apa yang telah saya lakukan dlm keseharian hingga efek nya menjadi begini? Pertanyaan ini terus terngiang di kepala, hingga akhirnya saya menyadari ternyata pola hidup saya lah yang menjadi penyebab utama nya, bukan indomaret atau penjual gorengan tadi.

Oke, saya harus berubah jeng...jeng....berubah...(gerakin tangan ke atas dan kesamping)...:)

Saya bertekad untuk merubah kebiasaan itu, saya mencoba mengubah pola olahraga dan pola makan, sebenarnya itu cuma satu pola, karena olahraga dan makan sangat berkaitan, efek satu sama lain sama, hanya itu.

Sampai dengan tulisan ini saya biat, saya sudah hampir seminggu melakukan perubahan, tiap pagi saya bangun pkl 4 subuh, dan pakai sepatu untuk lari pagi di keliling komplek (awalnya cuma 5 putaran), sekarang saya sudah bisa 15 putaran setiap pagi.

Kemudian pola makan, selama ini saya makan gak teratur, makan tanpa mikir, ada makanam embat (kunyah sampe habis), kebiasaan ini pun berujung saya sakit maag, yg menurut saya ini adalah penyebab utama maag.

Belum lagi jenis makanan yang saya makan, semua jenis makanan masuk, apalagi nasi, kalo kata orang indonesia, makan tanpa nasi itu rasanya kayak belum makan, begitu jg dgn saya, kalo makan nasi gak nambah rasanya kayak belum makan juga.

Saya akhirnya memutuskan utk mengubah pola makan, dengan bantuan istri yang baik hati, saya minta setiap pagi dimasakin sayur yang banyak, lauk secukup nya dan nasi sedikit.

Ke kantor pun sama, biasanya saya makan siang di warung2 dekat kantor, sekarang saya ganti, setiap pagi saya bawa bekal makan ke kantor yang isinya nasi (dua sendok makan), sayur (banyak), dan lauk (secukupnya).

Kedua pola itu sekarang saya ubah secara perlahan, baru seminggu sih, tapi efek nya sudah terasa, badan rasanya lebih fit dan lebih ringan.

Apakah kalian sudah memahami pola hidup kalian sehari-hari, kalau belum pahamilah dan coba cek adakah yang perlu diperbaiki. Kalau sudah, lakukan perbaikan dan pengembangan, hingga menjadi kebiasaan yang baik.

Memperbaiki pola hidup dapat anda terapkan di setiap sisi kehidupan anda, saran saya, perbaiki dulu satu jenis pola hidup anda hingga berhasil, setelah itu lakukan perbaikan pada pola yang lain...

Oke, seperti biasa terima kasih telah berkunjung ke situs ini dan membaca postingan ini sampai selesai...semoga bermanfaat yh

Kalian luarbiasa....(K huruf besar).

Kemana Tujuan Anda Berlayar : Tetapkan Arahnya

Kalau saya ingin berangkat dari Medan ke Jakarta, berarti saya harus mencari moda transportasi yang arah dan tujuannya ke Jakarta. Berapa lama sampai di Jakarta itu tergantung moda transportasi yang saya gunakan.

Kalau mau cepat ya naik pesawat, dua jam sudah sampai di Jakarta. Naik bus juga bisa sampai di Jakarta tapi memakan waktu sampai 3 hari 3 malam. Naik Kapal juga demikian, tidak jauh berbeda dengan Bus, butuh waktu berhari - hari untuk sampai di Jakarta.

Dan yang jelas ke tiga moda transportasi itu memiliki tujuan yang sama, namu dengan kemampuan yang berbeda2, masing2 punya kelebihan dan kekurangan.

Sama hal nya dengan kita, apakah kita setiap hari beraktifitas dengan tujuan yang jelas. Apakah kita tau arah yang akan kita tuju di tiap bidang kehidupan kita.

Misal nya di dunia kerja, kira2 tujuan kita bekerja apa sih? apakah ada tujuan yang lebih besar dibalik pekerjaan yang kita kerjakan, atau malah sebaliknya, kita merasa sudah tiba di tujuan yang ingin kita raih.

Berikut ini adalah contoh peta arah yang ingin saya tuju :

1. Berat badan ideal dan kondisi badan tetap fit dan sehat (saat ini tulisan ini ditulis saya masih overweight, target saya tahun ini bisa turun 10 Kg, Current Weight 85 Kg)

2. Bisa terbebas dari segala bentuk hutang financial dan secara financial berkecukupan (target saya 5 tahun sudah bisa debt free).

3. Quit my current job, and become full time writer. Melakukan pekerjaan yang saya suka, berhenti menjadi karyawan, beralih menjadi pebisnis (terutama menulis). Saya ingin menghabiskan waktu lebih banyak untuk keluarga dan untuk hal-hal yang saya suka, sekarang waktu masih habis terpakai dengan bekerja di kantor dari pukul 6 pagi hingga pukul 6 sore dari senin sampai dengan jumat.

Ke tiga hal di atas belum menjadi realita dalam hidup saya, semuanya masih dalam bentuk tujuan. Namun arah itu saya tetapkan dari sekarang sehingga tahu apa yang harus dilakukan di setiap aktifitas yang sedang saya kerjakan.

Dengan menetapkan arah yang ingin kita tuju, berarti kita menjadi tau seperti apa medan yang akan kita lewati atau kita hadapi di depan. Kita tahu apakah kita bisa melewatinya atau tidak dengan kapasitas (pengetahuan, skill atau keahlian, koneksi, cara bekerja dll) yang kita miliki saat ini.

Dengan demikian kita tau kapasitas mana yang harus diupgrade atau dikembangkan dan yang mana yang tidak perlu (ini yang paling penting).

Seringkali kita melakukan upgrading atau pembaharuan kemampuan diri, dengan mengikuti berbagai pelatihan, training, pendidikan di perguruan tinggi dan lain sebagainya.

Tapi pernah gak kita bertanya apakah kemampuan yang sedang kita upgrade ini selaras dengan visi kita, atau malah sebenarnya berbeda dengan visi.

Ilustrasi :
Misalnya pak Joko adalah seorang petani kopi, yang aktifitas utamanya adalah bertani kopi seperti menanam tanaman kopi, memupuk, merawat tanaman kopi hingga bisa dipetik dan dijemur untuk dijual ke pasar, dan mendapatkan uang hasil penjualan kopi. Begitulah kira2 aktifitas rutin pak Joko setiap hari. Pak Joko pun bermimpi bagaimana usaha kopinya ini bisa bertumbuh terus dan semakin besar.

Karena dengan kopi yang banyak dan berkualitas, berarti pak Joko bisa menghasilkan uang yang banyak untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Di sisi lain Pak Joko memiliki lingkungan dengan komunitas profesi yang variatif, beliau akrab dengan masyarakat di lingkungannya yang berprofesi seperti pedagang kayu, pedagang jagung, petani kayu, petani padi, tukang, pegawai negeri sipil dan lain sebagainya.

Kadang kala disaat ngobrol-ngobrol dengan mereka, Pak Joko ditawarin bisnis yang lebih menggiurkan dan lebih menjanjikan dibandingkan bisnis Kopi. Namun pilihan yang sudah ditetapkan pak Joko untuk menjadi seorang petani Kopi yang sukses, akan dengan yakin menolak ajakan tersebut.

Dengan demikian Pak Joko tidak terombang - ambing dengan berbagai penawaran menarik di dunia luar, dia hanya fokus dengan mimpinya, dan fokus untuk mengembangkan diri hingga mimpi itu menjadi kenyataan.

Apakah kita seperti pak Joko?

Ingin Lebih Produktif : Cukup Hanya Memahami 5 Kata Kerja Ini

Alphabet Inc merupakan salah satu perusahaan holding bentukan Google dengan bisnis yang sangat besar di Dunia, dengan jumlah equitas per 2018 sekitar $ 120 M alias setara dengan 1.726 Triliun rupiah. Jumlah yang sangat fantastis, gila bro ! Kira2 mengelola duit sebanyak itu dan mengendalikan perusahaan sebesar itu atau menjadikan perusahaan menjadi sebesar itu bagaimana yah, pasti ada sesuatu, there must be something secret they have, and what is that ?

Kata Kerja Pertama : Membaca

Membaca merupakan kata kerja yang menjadi kunci dasar yang wajib dimiliki jika ingin sukses. Dengan membaca tulisan ini berarti anda sudah punya kunci dasar untuk sukses. Oke, Membaca, kenapa membaca?

Pengalaman saya bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang keuangan dengan jaringan bisnis yang sangat luas dan skala bisnis yang sangat besar (seluruh Indonesia) mewajibkan pegawainya untuk bekerja sesuai dengan aturan internal perusahaan, karena apabila terjadi kesalahan ketika bekerja efek yang ditimbulkan akan sangat besar (efeknya bisa terasa hingga seluruh pelosok negeri ini).

Nah sekarang, bagaimana caranya seorang pegawai bisa bekerja sesuai dengan aturan, yang pertama tentu harus tau aturan nya seperti apa, terus bagaimana mengetahui aturan?, ya dengan membaca (sengaja dipertebal).

Membaca kadang jadi hal sepele bagi banyak orang, seseorang bisa merasa sudah pede (percaya diri) hanya berbekal pengalaman kerja atau pengalaman dari orang lain yang "katanya" bla... bla... bla..., sehingga sering kali malas untuk membaca kembali aturan yang ada, padahal mungkin pengalaman tersebut sudah tidak relevan lagi dengan aturan yang ada atau yang baru. Bayangkan kalau kita kerja sudah tidak sesuai dengan atura, risiko besar menanti.

Padahal... dengan membaca, berarti kita melakukan konfirmasi ulang terhadap informasi yang telah kita ketahui sebelumnya, dengan membaca kita jadi tau kalau informasi yang ada di kepala kita ternyata sudah tidak relevan lagi dengan aturan yang terbaru.

Otomatis kita pun menjadi terkonfirmasi, terupdate dengan informasi baru tersebut, sehingga kita menjadi lebih pede (percaya diri) dan lebih yakin dalam bekerja dan meningkatkan produktifitas dan kualitas pekerjaan yang kita hasilkan.

So, Membaca adalah dasar kita untuk melangkah ke fase yang lebih maju!

Kata Kerja Ke Dua : Menganalisa

Analisa adalah kumpulan aktifitas dan langkah-langkah yang saling berhubungan untuk memecahkan suatu permasalahan menjadi bagian yang lebih rinci sehingga ditemukan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Pernah gak sih kalian mendengar kalimat ini "Jangan kayak Kantor Pos dong, cuma lewat doang", dulu saya sering sekali mendengar ini, karena saya sering kerja seperti kantor pos, apa yang disuruh itu saja yang saya kerjakan, tanpa saya analisa (mikir) dulu apa sebab dan akibatnya, sehingga saya sering kena omel an bos.

Kantor pos kan memang kerjanya ya begitu, kalau barang pelanggan yang minta dikirimin ke alamat tertentu, kantor pos akan menyuruh si petugas pos untuk mengirimkan barang ke alamat tersebut, yang penting barang sampai ditujuan, dia tidak perlu mengutak atik barang yang dikirimkan, karena memang itulah tugas kantor pos, sebagai perantara.

Tapi masak kita di kantor hanya sebagai perantara doang, numpang lewat doang, gak pake mikir. Untuk memaksimalkan produktiftas kerja kita, maka daya analisa juga perlu kita tingkatkan. Sebaiknya setiap bekerja lakukan analisa terlebih dahulu, misalnya :

- tanya dl, kira2 kerjaan ini efek nya apa aja sih, sejauh mana?
- kerjaan ini menuntut gw harus ngapain?
- siapa aja yang terlibat dengan perkerjaan?
- aturan apa aja yang bisa diacu untuk menyelesaikan kerjaan tersebut?
- kapan harus diselesaikan ?
- dan pertanyaan2 lain

Dengan kita melakukan analisa seperti ini, kita tau apa yang harus kita kerjakan, kita tau permasalahan utama dari kerjaan tersebut dan tau dimana solusinya, otomatis kita tau bagaimana mengerjakan nya dengan cepat (produktif).

Kata Kerja Ke Enam : Mengembangkan
Anda telah membaca dengan benar apa yang menjadi tugas pokok, aturan atau cara kerja dalam menyelesaikan sebuah pekerjaan. Kemudia telah melakukan proses analisa, meganalisa kerjaan dengan mengajukan berbagai pertanyaan2 untuk memudahkan proses pencarian solusi yang tepat, sehingga kerjaan pun dengan cepat dapat diselesaikan. Tapi apakah sampai disini ?

Jawaban nya : Belum

Masih perlu dikembangkan, diperbaiki, ditingkatkan, dirubah dan diupgrade. Jika kita mengetahui cost yang kita keluarkan untuk mendapatkan benefit tertentu, apa yang harus kita lakukan ?

Tentu secara keuangan yang perlu kita lakukan adalah mengupayakan cost yang kita keluarkan lebih sedikit atau lebih murah.

Misalnya lagi, dari sisi proses, kita tahu berapa lama proses yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, dan menurut kita proses yang berlajalan selama ini belum efisien dan belum efektif, nah disinilah kita perlu melakukan pengembangan, mengembangkan proses kerja, mengupgrade utilitas2 yang ada, meningkatkan pengetahuan yang kita miliki.

Dengan menganalisa dan terus mengupayakan pengembangan dalam setiap pekerjaan yang kita hadapi, otomatis akan memaksimalkan produktifitas kita dalam bekerja atau berkarya.

Kata Kerja Ke Empat : Menghasilkan
Proses yang kita buat untuk menyelesaikan sebuah karya atau pekerjaan sudah efisien dan maksimal. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah bagaimana me-monetize (menghasilkan uang) dari pekerjaan tersebut.

Hal ini tentu berbeda - beda bagi setiap orang, tidak semua pekerjaan kita menghasilkan uang secara langsung. Pegawai yang bekerja di kantor tentu hanya menghasilkan dokumen, sementara yang bekerja di lapangan (marketing) dapat langsung menghasilkan uang.

Perihal yang mau saya tekankan disini bukan lah uang nya, tetapi "efek pekerjaan". Efek atau akibat dari pekerjaan kita itu sendiri, apakah efek yang ditimbulkan dari pekerjaan kita berdampak terhadap upaya perusahaan untuk menghasilkan laba yang lebih besar lagi atau malah gak ada efek sama sekali. Kalau gak ada, cari sampai ada, ketika ada kembangkan lah supaya perusahaan lebih untung lagi.



Kata Kerja Ke Lima : Membagikan
Diberkati untuk memberkati. Proses - proses yang kita kerjakan di atas adalah sebuah rangkaian yang kita susun dan kita kembangkan untuk kemudian dikemas menjadi sesuatu yang bermanfat bagi orang lain.

Mulai lah untuk berbagi, ceritakan apa yang anda alami ketika mengerjakan proses di atas, ceritakan ke pada atasan anda, hal - hal apa yang sudah anda lakukan, ceritakan terus menerus hingga dia tau kalau anda bekerja meningkatkan kualitas kerja demi kepentingan perusahaan (nama anda pasti akan dicatat, untuk diusulkan naik jabatan).

Jangan lupa ceritakan juga kepada kolega anda, teman sekantor anda, buat mereka merasakan apa yang anda rasakan, ubah persepsi mereka tentang anda. Ajarilah mereka bagaimana bekerja efektif, bagaimana memaksimalkan produktifitas pekerjaan, hingga mereka bisa seperti anda.

Semakin anda berbagi dengan orang lain, maka anda akan semakin hebat semakin ahli, dan semakin produktif.

So ke 5 kata kerja di atas ini adalah kata kerja pamungkas, yang memiliki efek ledakan produktifitas yang dahsyat bagai nuklir.

Terima kasih.
 

Mengubah Kebiasaan Sepele : Cuci Tangan Sebelum Makan

Menciptakan kebiasaan baru memang tidak mudah, karena kita harus merubah sesuatu yang sudah biasa kita lakukan dalam jangka waktu yang lama menjadi sebuah aktifitas baru dalam keseharian kita, tentu ini bukan hal yang mudah (kalau merubah aktifitas baru di dalam sebuah program komputer hal ini mungkin mudah yah, walaupun mungkin akan banyak parameter lain yang juga harus di ubah).

Contoh aktifitas yang sudah menjadi kebiasaan kita : Tidak mencuci tangan sebelum makan.

Apakah anda adalah seorang yang kalau mau makan cuci tangan dulu, atau anda adalah tipikal yang melihat makanan tanpa pikir panjang langsung ngembat makanan, kalau saya tipikal nomor dua.

Kebiasaan ini menurut saya kurang bagus, dan perlu diperbaiki. Memang kelihatannya sepele tetapi dampaknya bisa sangat besar terutama bagi kesehatan kita. Bayangkan benda yang kita pegang sehari- hari banyak yang sudah kotor contohnya : keyboard komputer kerja di kantor, dompet, ikat pinggang, tas, handphone, yang semuanya kita pake dalam keseharian.


Berapa banyak kuman atau bakteri yang masuk ke tubuh kita melalui tangan, belum lagi bakteri atau kuman yang ada di dalam makanan, berarti berlipat2 dong kuman yang masuk. Efek yang biasa kita alami pada umumnya langsung terasa di perut, perut langsung mules dan bisa2 sampai terkena diare.


Pola kebiasaan seperti ini bisa berdampak besar, misal saja kita hendak mengikuti tes kerja, dan pada hari H, perut kita mules sehingga harus bolak balik ke toilet, dan akhirnya tes kerja yang kita ikutin pun tidak berhasil karena selama ujian tidak bisa konsentrasi. Padahal perusahaan ini adalah perusahaan yang sangat kita idam2 kan, dan akhirnya harapan pun sirna karena kesempatan kedua belum tentu ada. Hal ini terjadi hanya karena kebiasaan sepele yang tidak kita perbaiki.

Silahkan anda perhatikan lagi, kebiasaan2 sepele anda sehari-hari, dan coba lakukan perubahan, pilih satu kebiasaan dan lakukan perubahan selama 30 hari hingga perubahan tersebut menjadi sebuah kebiasaan baru. Contoh kebiasaan sepele lain yang perlu kita ubah adalah menghapus tumpukan inbox email yang berantakan.