Menjadi Bos Yang Disayangi Anak Buah : You Pasti Bisa

Berbagi pengalaman itu asik yah, apalagi berbagi dengan orang yang senasip, pasti jadi kayak sehati dan sepikiran gitu walaupun sblmnya belum terlalu akrab

Misalnya di kantor, dengan rekan sekantor kita ngerasa sama2 kerja kyk tertekan atau ditekan dari atas (si bos), trus akhirnya kalo lg ngobrol sesekali menggerutu ttg si bos, kemudian pas makan siang kbtulan di tempat makan yang sama, mulai ngobrol2 santai, dan akhirnya berujung ke hal2 yang gak jauh dari ngomongin kelakuaan si bos.

Kejadian2 itu terus menerus terjadi, hingga akhirnya kita menjadi kompak, dan memutuskan mencari cara untuk menaklukan si bos.

Gimana ya cara kita menghadapi atasan? Dia itu bikin kita capek kerja? Udah dikerjain dgn benar ttp aja ada yang salah dan ada yang kurang? Pusig deh

Dan dengan semangat 45, tak ada satupun solusi yang bisa dipake utk menaklukan si bos, dan suasana kantor tetap aja sama, si bos masih aja kyk singa kelaparan...hadeuh...kadang malah kayak singa kelaparan yang lg pengen makan yang asem2...kebetulan muka kita sering kelihatan asem di matanya hahaha...

Akhirnya kita hanya bisa berdoa semoga saja si bos ini cepat ganti, dan untungnya si bos pun diganti dengan bos baru, dan selama pemerintahan bos lama, kita ngerasa kerja gak maksimal, energi habis hanya utk meladeni omelan, bukan karena kerjaan. Dan kita sebenarnya gak benci sama orang nya, cuma gak suka dengan gaya kerjanya yang membuat anak buah kewalahan dan tidak produktif.

Trus apa maksud dari tulisan saya kali ini, disini saya cuma mau bilang dan menyampaikan buat para bos2 yang ada di luar sana.

Bagaimana cara menjadi bos yang bijaksana dan disayangi anak buah, ini menurut pendapat dan pengalaman saya selama bekerja +/- 5 tahun :

1. Bos yang baik sebaiknya adalah bos yang bekerja dengan srategi, dapat memilah pekerjaan yang penting dan gak penting, karena kalau gak semua kerjaan akan terlihat sangat penting dan akan menghabiskan energi anak buah terlalu banyak, efeknya anak buah menjadi tidak bekerja efisien dan efektif, karena kelelahan mengerjakan semua pekerjaan yang penting dan gak penting, sementara waktu dan energi terbatas.

2. Dalam berucap seharusnya seorang leader adalah panutan dlm berkata2, bukan hanya dari kata yang dikeluarkan, tp juga tone nya, tinggi rendah nya tone bisa menciptakan persepsi yang berbeda bagi anak buah.

Sebenarnya masih banyak faktor bagaimana seharusnya seorang bos atau leader yang baik. Tapi kali ini saya hanya menuliskan dua itu saja.

Yang jelas, apa sih pentingnya bos seolah dihormati atau disegani tapi sbnarnya dibenci oleh anak buah, lbh baik seorang bos (leader) yang seolah gak terlalu dihargai dan disegani, tapi disayangi.

Dan dengan bos yang tipe ke dua ini, biasanya kerjaan di kantor dpt diselesaikan dengan rileks, efisien, cepat dan berkualitas, tp kalo yang tipe ke dua pasti suasana kantor hening, kerja di bawah tekanan, dan hasil kerja pun gak akan maksimal.

So, anda skrg bos, jadi lah bos tipe ke dua, disayangi anak buah, dan berkualitas dalam menyusun strategi menyelesaikan pekerjaan.

Oke, cukup sampai disini dl, nanti akan saya ulas lagi (kalau ingat yah) ttg bagaimana cara menjadi seorang bawahan yang disayangi bos....

Oke, seperti biasa terima kasih telah berkunjing ke blog ini, semoga bermanfaat....

Kalian luarbisa.....(K huruf besar)

I write about productivity, habits, decision making, programming, writing and personal finance. What It Takes To Be Free.