Cara mempelajari dan menguasai satu bidang dengan cepat

Mempelajari sesuatu dengan cepat dan mudah tidak segampang yang kita pikirkan, terkadang kita sudah mempelajari banyak namun malah kita belum menguasai sama sekali. Sudah mempelajari banyak hal tetapi hanya sedikit yang bisa kita serap, dan kemampuan kita pun sama kecilnya.

Nah bagaimana metode belajar paling ampuh menurut, berikut ini saya mau sampaikan 4 cara atau metode belajar paling ampuh menurut Richard Feynman :

1). Choose a concept and study it quickly.
2). Teach it to someone, like a child, who is unfalimiliar with the topic.
3). Revise to fill in the gaps.
4). Review and simplify (repeat step 2 and 4 until you can explain the concept in your own words).

Dari ke empat poin di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa cara ampuh untuk belajar dengan cepat dan baik adalah dengan mempelajari konsep secara cepat dan segera melakukan proses menjelaskan ke orang lain, menjelaskan konsep tersebut ke orang yang belum paham, sehingga kita menjadi lebih cepat mempelajari dan memahami.

Semoga bermanfaat.

Pilih untuk "Single Task" dan lakukan secara konsisten

Banyak hal yang ingin kita kerjakan dan ingin kita capai dalam satu kurun waktu tertentu, tapi perlu diingat hanya satu hal yang bisa kita selesaikan sendiri dalam satu waktu tersebut. Lain hal kalau anda punya anak buah dan punya tim tentu banyak pekerjaan yang bisa rampung dalam waktu yang bersamaan.

Kali ini saya tidak akan membahas tentang bagaimana bekerja dengan tim atau dengan anak buah, saya hanya mau berfokus ke satu hal yaitu cara kita bekerja atau cara kita menyelesaikan "To Do List" (TDL) kita dengan efisien.

Sebelumnya ada tiga poin penting yang perlu kita ketahui mengenai daftar tersebut, yaitu :

  1. Daftar ini merupakan daftar yang kita susun berdasarkan prioritas, yang disusun berdasarkan tingkat urgensi dari masing - masing list.
  2. Daftar tersebut harus berisi tentang hal yang paling penting "Most Importan Thing" (MIT), tiap list memiliki pengaruh paling besar dalam hidup anda.
  3. Daftar ini juga harus berisi tentang sesuatu yang ingin kita raih dalam jangka waktu yang panjang, bukan short term, tapi long term goal.
Ketiga poin tersebut di atas wajib menjadi dasar dalam pembuatan TDL anda, jika belum, segera lakukan perubahan, pilih kembali TDL anda yang sesuai dengan goal mu.

Saya anggap kalian sudah memiliki TDL sendiri dan sudah dengan konsisten menuliskan nya setiap hari di dalam agenda anda, dan daftar itu tentu lebih dari satu, mugkin ada 5 (lima) atau lebih, dan itu tidak masalah sejauh anda sanggup menyelesaikannya.

Nah, daftar tersebut hanyalah sekedar daftar kosong, kalau tidak dikerjakan maka gak ada gunanya dan hanya membuang - buang waktu saja. 

Tapi menuliskan daftar sebenarnya sudah 20% pekerjaan sudah selesai, tinggal menyelesaikan 80 % nya yang perlu anda lakukan supaya pekerjaan tersebut rampung dan selesai. 

Tapi kalau mau dikerjakan mau pilih yang mana dulu yah? Yang no 1 penting, no 2 penting juga, no 3 sama, nomor 4 sama juga, nomor 5 ya lumayan penting sih.

Jadi yang mana duluan dong? mencoba mengerjakan nya secara paralel, mengerjakan no 1 dan no 4 sekaligus. Berusaha fokus ke no 1, tapi tidak bisa karena teralihkan dengan hal lain di no 4, demikian kejadian ini terus berulang - ulang sampai Asian Games selesai, alias hasilnya pun gak maksimal, bahkan dua - duanya tidak menghasilkan apapun. 


Apa penyebab kejadian ini gaes? Ada yang tau kah, sebenarnya kalian pasti tau, tapi mungkin tidak menyadarinya. 

Jawabannya adalah tidak Fokus, padahal kalian sudah berusaha mengerjakan, energi dan waktu sudah habis, tapi tetap aja gak ada hasil! Trus gimana dong, apa yang harus dilakukan? Solusinya apa? Cara ampuh mengatasi ini apa dong ? 

Hanya satu solusi paling ampuh untuk menyelesaikan masalah ini yaitu stop multitasking, berhenti lah untuk mengerjakan banyak hal secara bersamaan.

Oke mungkin sudah kebiasaan atau anda sudah terbiasa multitasking, tapi saya percaya output yang anda hasilkan tidak akan sehebat jika anda single task. 

Dengan single task, artinya anda fokus kepada satu hal, perhatian serta tenaga yang dimiliki fokus tertuju ke satu task itu saja, dan hasilnya pun akan sangat menggembirakan gaes, percayalah.

Trus bagaimana dengan daftar lain, tenang, kalian masih bisa menyelesaikannya dengan sisa waktu yang ada, dan selalu ingat, selesaikan lah satu per satu, hasilnya akan lebih maksimal, dan waktunya pun akan lebih cepat. 

Dengan cara ini, kualitas anda akan meningkat,produktifitas pun mengikuti. Terhindar dari stress berkepanjangan karena kerjaan sudah beres. 

So, never do multitasking for better output. Just do single task with consitency.

Terima kasih, kalian luarbiasa.

Menulis lah sebanyak - banyaknya

Banyak orang merasakan sulit untuk menulis, dan saya sendiri pun pernah merasakannya. Tapi setelah melewati beberapa kesulitan ternyata cara untuk bisa menulis adalah dengan menulis terus menerus seumur hidup.

Menulis apapun itu, novel, buku atau literasi, semuanya butuh pengalaman dari latihan menulis sebanyak - banyaknya.

Semakin banyak kita berlatih maka semakin banyak pula pengalaman yang kita dapatkan, yang membuat kita makin terbentuk, semakin menyerupai penulis impian kita.

Banyak penulis pemula yang berorientasi kepada hasil, mereka berusaha membuat tulisan yang sedemikian rupa supaya tulisan tersebut laku di jual atau banyak penggemarnya. Tapi ternyata kalau kita terlalu fokus kesini maka kualitas tulisan kita semakin tidak baik, malah kalau dibaca terkesan seperti dimake over gak original.

Saran saya bagi para penulis pemula, perbanyaklah menulis, perbanyak jam terbang anda. Gunakan semua sumber yang anda miliki untuk mengulas banyak hal, seperti menulis tentang makanan, liburan, pendidikan, musik, cerita fiksi, cerita fakta, politik atau apapun itu. Semua jenis tulisan tersebut akan mengasah kemampuanmu, dan kamu pun akan menemukan genre yang sesuai dengan minat menulismu.

Oke itu saja tulisan saya hari ini, semoga bermanfaat yah guys, terima kasih.


4 Pelajaran penting yang kudapat dari lomba lari 5 Km pertama saya

Minggu kemaren (seminggu sblm tulisan ini diterbitkan) saya mengikuti lomba lari yang diadakan oleh salah satu RS terkenal di BSD. Lomba lari sepanjang 5 Km, di sekitar pusat kota BSD.

Lomba lari ini diikuti oleh berbagai kalangan, dari anak - anak hingga pensiunan (orang tua). Perlombaan lari dimulai dari pukul 06.30 dan dihadiri oleh sekitar 1600 peserta terdaftar. Rame dan asik, semua peserta mengenakan baju jersey yang diberikan oleh panitia, ditambah lagi semuanya kelihatan bersemangat untuk memulai lomba.

Sebelum bicara lomba saya sedikit mau cerita tentang disi saya dulu nih guys. Kegiatan sehari - hari saya lebih banyak bekerja di ruangan kantor, berprofesi sebagai pegawai di sebuah Bank di Jakarta, bekerja setiap hari dari pkl 8 pagi s/d pkl 5 sore.

Saya bukan olahragawan yang bisa latihan fisik setiap hari, berbadan kekar, dan enerjik (disini berbadan buncit dan happy hihihi...)

Dengan kondisi fisik yang seperti ini, untuk mengikuti lomba lari 5 Km, saya merasa sangat pesimis, tidak yakin bisa lari hingga mencapai garis finish yang ditetapkan.

Tapi berbekal semangat dan latihan yang sudah saya persiapkan, saya memberanikan diri untuk ikut lomba ini.

Di garis start, banyak peserta sudah berkumpul bersiap untuk berangkat lari, dan saya pun kebagian di barisan tengah (kbtulan ketemu dengan salah satu peserta yg merupakan presenter di Tv swasta nasional, jd disempatin dl foto #narsis).

Panitia pun akhirnya menghitung mundur 3....2....1...., direktur utama RS mengangkat bendera start, dan peluit panjang dibunyikan, hingga perlombaan lari pun dimulai.

Peserta mulai berlarian, sambil sedikit bergesekan dengan peserta lain. Saya ikut berlari mengikuti peserta lain yang sudah mendahului di depan.

Tertinggal lumayan jauh dari peserta lain yang sudah berada di depan, saya mencoba meningkatkan kecepatan lari, dan berusaha melewati peserta yang ada di depan saya.

Saya mulai melewati peserta yang ada di depan satu per satu, dan kira2 di pertengahan jalan saya sudah masuk 10 besar pelari terdepan yang sedang berlari.

Badan sudah mulai terasa berat, tapi saya terus mengayunkan kaki berlari mengejar ketertinggalan, satu per satu saya lewati hingga akhirnya berada di posisi ke 5 dari depan.

Kira2 di Km 4 kaki saya mulai terasa pegal dan otak saya berniat untuk menghentikan lari, tapi hati saya melawan, dan saya pun memaksakan fisik saya untuk terus berlari.

Puji Tuhan akhirnya saya mendekati garis finish, jarak saya dengan peserta di belakang saya sekitar 200 m, perkiraan kalau saya berjalan, saya pasti tetap lebih duluan sampai di garis finish, tapi saya menolak untuk berjalan, saya memaksakan kekuatan lari hingga akhirnya garis finish pun tercapai. Walaupun finish di urutan ke 5 tapi saya merasa sudah mencapai garis finish di urutan pertama, karena saya berasil menaklukan rasa pesimis tadi dan berhasil pula finish di urutan ke 5 (lima).

Pelajaran yang saya peroleh dari sini adalah :

1. Ternyata kesuksesan itu hanya bisa dicapai dengan kerja keras. Selama kurang lebih 1 bulan saya mempersiapkan diri (lari tiap pagi) untuk mengikuti lomba ini, dan ternyata persiapan itu mampu menghantarkan saya ke garis finish di urutan ke 5.

2. Ketika kita merasakan capek atau lelah, cobalah untuk terus berproses, terus bergerak, dan terus berlari. Di km ke 4 saya sudah merasa sangat lelah, tapi dengan tekad yang kuat, saya terus berlari, hingga akhirnya garis finish tercapai.

3. Berikan dirimu tantangan, untuk merasakan perubahan di dalam diri saya, saya mencoba memberikan tantangan bagi diri saya sendiri, dan ternyata tantangan itu memberikan pengalaman hebat, dan tantangan itu bisa saya lalui.

4. Dibawa enjoy aja, saya merasakan perlombaan ini dengan enjoy, tanpa beban, tanpa target penting yang harus tercapai, tapi saya enjoy saja. Semua tahapan saya lalui dengan baik, dan itu pelajaran penting bagi saya, agar tetap selalu enjoy, menikmati lomba lari atau menikmati bekerja (enjoy).

Sebenarnya masih banyak pelajaran lain yang saya dapat dari lomba lari ini, tapi yang paling saya rasakan adalah ke empat poin di atas.

Oh ya, saya juga memenangkan undian setelah lomba selesai, dapat breakfast vouche di hotel untuk satu orang, lumayan kan guys :).