Do less | The Power Of Habit

Diberdayakan oleh Blogger.

5 Tips Biar Dicap Pemalas Tapi Tetap Bisa Produktif

Saya sedang mencoba memahami dan memaknai kata malas, salah gak sih kalau orang bermalas-malasan atau malah sebaliknya, tapi coba kita lihat arti kata malas di bawah ini (menurut kbbi) :

malas/ma·las/ a 1 tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu: orang yang -- itu lebih senang mengemis daripada bekerja; 2 segan; tidak suka; tidak bernafsu: -- rasanya mengunjungi rapat seperti itu; jangan -- bertanya;

Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) malas itu artinya tidak mau mengerjakan sesuatu, segan, tidak suka dan tidak bernafsu. Kalau kita artikan berarti malas ini tentu tidak akan menghasilkan sesuatu, jadi boro - boro bisa produktif, bergerak dikit aja pun susah, yah namanya juga malas.

Oke sekarang kita paham apa definisi malas, tapi mengapa saya mengangkat topik malas ? mengapa topik tentang malas ini menarik untuk di bahas di artikel kali ini. Saya akan coba menjabarkan bagaimana kemalasan ini sebenarnya bisa kita rekayasa untuk meningkatkan produktifitas dan kinerja kita.

Melihat dengan perspektif yang berbeda, kita dapat menggunakan teknik kemalasan untuk meningkatkan produktifitas. Kalau banyak motivator bilang rajin bekerja adalah kunci keberhasilan, kalau sekarang saya akan ajak anda untuk mengubah pola pikir atas kutipan itu menjadi kenapa gak malas aja tapi tetap bisa meraih keberhasilan.

Saya tidak akan menawarkan anda shortcut atau jalan pintas yang dilakukan oleh orang - orang yang ingin cepat menyelesaikan pekerjaan tanpa memperdulikan prosedur atau aturan yang ada atau menghalalkan segala cara.

Namun disini saya akan menjabarkan kepada anda, bagaimana kita bisa menyelesaikan pekerjaan kita dengan baik dan dengan cepat tanpa harus boros-borosan menghabiskan waktu dan energi tapi tetap sesuai dengan aturan yang ada.

Oke, sekarang bagaimana caranya bekerja malas tapi tetap produktif tanpa harus boros menghabiskan banyak waktu dan energi ?, yuk simak 5 (lima) tips di bawah ini :

  1. Pahami pekerjaan anda secara mendalam : Proses ini merupakan proses wajib yang harus dilalui agar bisa bekerja dengan produktif, anda harus benar - benar memahami pekerjaan anda dengan baik, mendalam dan lengkap, kalau tidak berarti cara belajar anda perlu dikembangkan lagi. Untuk menambah referensi anda silahkan baca 3 strategi belajar yang dipake orang bego untuk cepat menjadi jenius.
  2. Buatlah template : Ketika sudah memahami dengan mendalam pekerjaan yang sedang dikerjakan, maka sekarang saatnya anda membuat framework atau template atau kerangka kerja dari pekerjaan tersebut. Template adalah kerangka kerja standar yang anda desain dan susun sendiri untuk mempermudah pekerjaan serupa yang akan ada di hari esok. Jika besok anda mendapt tugas baru yang sama dengan pekerjaan anda hari ini maka yang perlu anda lakukan hanya mengupdate isi dari template tersebut, tanpa harus repot memulai nya dari nol lagi, jadi andapun akan lebih hemat energi dan waktu tentunya.  
  3. Pilih Yang Paling Penting : Tidak semua pekerjan itu harus dikerjakan dalam waktu yang cepat, terkadang kita harus tau menunda pekerjaan mana yang harus ditunda, dan yang mana yang tidak bisa ditunda. Pekerjaan yang paling penting tentu harus segera anda selesaikan dan gunakan template tadi untuk mempermudah anda sendiri (desain sendiri) jika ada order serupa dari atasan anda.
  4. Upgrade Teknik Kerja : Banyak pekerjaan kita yang membutuhkan waktu pengerjaan yang lama karena kita mengunakan teknik - teknik yang salah, sehingga pekerjaan itu pun lama selesainya. Sudah saat nya anda melakukan improvement atau pengembangan, kembangkan teknik atau cara kerja anda, lihat dan pahami apakah ada hal yang bisa dihilangkan atau dihapus. Pekerjaan - pekerjaan rutin yang format nya sudah standar, sudah saatnya anda sederhanakan dengan otomasi menggunakan komputer, hindari proses manual yang memakan waktu dan energi yang banyak.
  5. Simplifkasi : Menghilangkan hal yang tidak penting dengan cara mengupgrade yang penting. Teknik simplifikasi merupakan salah satu teknik yang sangat penting untuk meningkatkan produktifitas, semakin anda bisa menyederhanakan prosedur kerja, template kerja, dan cara kerja maka anda akan semakin produktif (pekerjaan cepat selesai). Mulailah dengan cara memilah hal yang penting dari antara hal yang tidak penting atas setiap pekerjaan anda.

Jika ada sekor nyamuk hinggap di tangan anda, maka anda tidak perlu mengunakan pemukul baseball untuk mengusir nyamuk itu, anda hanya perlu menggunakan telapak tangan saja sudah cukup, demikian halnya dengan bekerja, kalau bisa dikerjakan dengan metode baru yang lebih sederhana, kenapa harus menggunakan metode lama yang butuh energi dan waktu yang banyak.

Dengan konsep yang saya bagikan di atas, harapannya anda bisa bekerja dengan lebih efisien dan produktif tanpa harus menghabiskan banyak waktu dan energi untuk mengerjakan sesuatu yang tidak begitu penting. Sekarang anda harus malas dengan prosedur, teknik, format, kebiasaan yang sudah lama dan sudah usang, mulailah untuk melakukan improvement.

Kalau teknik lama yang kita gunakan selama ini masih manual, kenapa gak coba menggunakan teknik baru dengan otomasi (lebih hemat waktu dan energi).

Yuk belajar malas untuk lebih produktif. Enjoy the day.