Perbedaan Tidak Dapat Dihindari, Karena Sudah Menjadi Bagian Dari Hidup Manusia

Saya akan coba mulai penjelasan saya dari keluarga, untuk memudahkan pemahaman kita tentang perbedaan. Semua orang di dunia ini pasti punya keluarga betul yah ? karena kita memang dilahirkan dari sebuah keluarga. Semua orang punya Ibu dan Ayah, sebagian ada yang punya kakak dan adik, dan sebagian lagi ada yang gak punya.

Kalau kita perhatikan, di dalam sebuah keluarga itu pasti ada perbedaan pendapat, pasti ada perbedaan ide, pasti ada perbedaan keinginan. Apakah semua anggota keluarga bisa punya pemikiran yang sama ? bisa aja tapi hal ini sulit untuk dicapai.

Walaupun keluarga itu sudah satu darah, satu suku, satu agama, tetapi di dalamnya ternyata tidak semuanya bisa satu, bisa sependapat, bisa sepemikiran, bisa solid dan bisa sehati.

Ternyata seorang anak dan ibu bisa saja berbeda pendapat, seorang anak dan ayah bisa juga sering berbeda pemikiran, adik dan kakak pun sering berbeda keinginan dan kesukaan.

Ada kalanya kita tidak sependapat dengan kakak kita, tidak sependapat dengan adik kita sendiri, bahkan dengan orangtua kita.

Tetapi karena dalam satu naungan keluarga, kita masih tetap bisa menerima perbedaan - perbedaan tersebut, dan bisa memahami setiap anggota keluarga serta bisa dengan lapang dada menerima kenyataan dari perbedaan itu sendiri.

Perbedaan di dalam sebuah keluarga merupakan hal yang sangat dasar sekali dalam tatanan sosial masyarakat kita. Perbedaan itu sudah menjadi bagian dari kehidupan setiap orang, karena semua orang pasti punya keluarga yang tentu sudah pasti bertemu dengan berbagai perbedaan.

Kita ambil sebuah contoh tentang selera makan, seorang adik suka nya makan daging, sementara kakaknya suka makanan yang mengandung sayuran.

Di masa depan, perbedaan selera makan aja bisa membuat dua komunitas besar yang sangat berbeda, kenapa demikian ? yuk kita bahas di bawah ini :

Si adik yang suka makan daging tadi, nanti di saat sudah besar akan menjadi kebiasaan hidupnya untuk makan di restoran penyedia daging. Dan tentu saja dia akan bertemu dengan orang - orang yang suka makan daging disana. Di sisi lain si adik ini pasti akan bersosialisasi dengan mereka sesama pecinta daging dalam kesehariannya, dan akan menjadi sebuah komunitas pecinta daging.

Photo by Suhyeon Choi on Unsplash
Di sisi lain Si kakak yang suka makan sayur juga demikian, si kakak kemungkinan besar akan jarang mertemu bahkan berkumpul dan bersosialisasi dengan orang - orang yang suka makan daging (itu sudah pasti), karena dia sudah jelas hanya suka makan sayur, tentu saja dia akan mencari teman yang punya selera yang sama, dan akan mencari atau membentuk komunitas pecinta sayuran (vegetarian).

Nah, suatu saat perbedaan pendapat dari dua komunitas ini bisa menimbulkan konflik (katakanlah konflik adu pendapat yang sifatnya ilmiah), konflik antara dua komunitas yaitu si pemakan daging dan si pemakan sayur.

Komunitas ini saling adu argumen dan adu pendapat bahwa makanan mereka masing - masing lah yang paling sehat bagi tubuh, ada yang mengatakan bahwa sayur lah yang paling bagus untuk kesehatan tubuh, sementara komunitas pecinta daging menyampaikan hal sebaliknya, daginglah yang paling bagus untuk kesehatan karena protein nya tinggi.

Tentu kalau kedua opini ini terus diadu gak akan ada titik temunya, karena kita tidak bisa mengubah selera makan orang yang sudah ada sejak kecil.

Untuk mengantisipasi konflik yang berkepanjangan, maka dibutuhkan rasa toleransi dari Si Komunitas Penyuka Daging dan Komunitas Penyuka Sayuran.

Karena selera makan ini sudah terbentuk dari kecil, terbentuk sejak si adik dan si kakak masih kanak - kanak. Sesuatu yang sudah ada dari sononya. Sehingga masing - masing pihak harus saling menerima perbedaan yang ada.

Sebenarnya ke dua komunitas ini adalah satu keluarga yang merupakan Saudara satu dengan yang lain, hanya saja karena selera makan yang berbeda membuat keduanya jadi berbeda.

Apakah ada pihak yang harus disalahkan? Apakah karena penyuka sayuran lebih banyak sehingga penyuka daging tidak boleh masuk restoran ? Atau apakah selera makan kedua nya harus disamakan dulu baru bisa saling menerima, sehingga tidak ada lagi perbedaan ?

Sesuatu yang tidak bisa dihindari.

I write about productivity, habits, decision making, programming, writing and personal finance. What It Takes To Be Free.


EmoticonEmoticon