Ember Kosong dan Batu Besar

Saya teringat pernah melihat suatu video ilustrasi yang menurut saya sangat bagus, video itu mengisahkan tentang bagaimana cara mengisi sebuah ember kosong dengan berbagai jenis material yang sudah disediakan.

Di atas meja sudah disediakan sebuah ember kosong, satu batu besar (ukuran batu tidak lebih besar dari ember), beberapa batu kerikil kecil, sejumlah pasir dan beberapa gelas air.

Kalau dihitung total volume, maka semua material itu bisa masuk ke dalam ember, alias total volume ember sama dengan total volume semua material.

Ketika isi ember kosong diisi dengan cara menuang air ke dalam ember, kemudian pasir, kemudian kerikil, dan terakhir batu besar, maka pada saat batu besar dimasukkan ke dalam ember, air dan pasir yang sudah terlebih dahulu dituang menjadi tumpah ke luar sehingga, tidak semua material bisa masuk ke dalam ember tersebut.

Ada satu pelajaran yang saya petik dari video ini, yaitu ketika kita dihadapkan dengan berbagai pilihan, maka seperti ilustrasi material tersebut, ternyata memasukkan batu besar terlebih dahulu ke dalam ember merupakan cara yang paling tepat untuk mengisi ember tadi.

Demikian halnya dengan aktifitas kita sehari - hari, kita seringkali menemukan kerikil - kerikil, pasir, air, dan batu besar, tetapi kita lupa yang mana duluan yang harus diselesaikan apakah kerikil, apakah air atau apakah batu besar.

Banyak yang memilih untuk melakukan hal - hal yang tidak prioritas, banyak kita yang bingung menetapkah mana hal penting (prioritas) dan mana yang tidak penting (tidak prioritas).

Kita harus sadar betul bahwa tidak semua pekerjaan bisa kita kerjakan, tidak semua hal bisa kita lakukan. Walaupun semuanya bisa dikerjakan, tetapi tidak semuanya harus dikerjakan.

Photo by Emile Guillemot on Unsplash
Orang bijak dan orang efisien adalah orang mampu menahan sabar, dan mampu menahan keinginan untuk tidak melakukan atau mengerjakan hal yang ada di luar prioritasnya.

Orang seperti ini adalah orang yang bisa memilih prioritas utamanya (batu besar), dan fokus menyelesaikan prioritas tersebut hingga menjadi nyata dan berhasil. Setelah itu baru mulai mengerjakan hal - hal yang bukan prioritas (kerikil - kerikil dan pasir).

Nah bagaimana kita bisa fokus pada hal yang penting, sehingga kita menjadi efektif dan efisien ? saya menganjurkan hal berikut :

1. Tetapkan Tujuan : Tujuan merupakan goal yang ditetapkan oleh siapapun yang ingin mencapai goal tersebut. Ketika anda tau persis tujuan anda maka anda akan tau hal penting apa yang harus anda lakukan untuk mencapai goal tersebut. So, tetapkan tujuan anda dengan jelas.

2. Mendukung Orang lain : Tujuan yang dipilih dan ditetapkan sebaiknya adalah tujuan yang didasari oleh niat baik yaitu keinginan untuk membantu dan mendukung orang lain, keinginan untuk meringankan beban hidup orang lain. Sehingga tujuan yang seperti ini akan memberikan dampak positif bagi orang lain dan bagi diri kita sendiri.

3. Tetap Fokus : Ketika anda sudah menemukan prioritas maka berusahalah untuk fokus pada prioritas tersebut. Akan banyak gangguan di sepanjang jalan, tetapi dengan tetap berusaha fokus dan tenang, saya yakin batu besar anda bisa cepat anda selesaikan.

4. Buang Muatan : Sudah saatnya anda membuang muatan - muatan yang tidak perlu dari bagasi anda. Muatan yang sebenarnya tidak anda pakai, muatan ini hanya memberikan anda beban berlebih. Muatan yang bisa masuk bagasi anda hanyalah muatan prioritas, muatan yang mendukung tujuan atau prioritas utama anda, selebihnya harus dikeluarkan (ini merupakan salah satu prinsip dasar dari hidup minimalis).

5. Tetap Berprogress : Saya selalu suka dengan istilah progress, kenapa? karena progress itu menggambarkan adanya proses yang sedang berlangsung, tidak diam atau berhenti. Untuk bisa memilih batu besar memang tidak mudah, tetapi dengan tekun berusaha setiap hari, anda pasti akan bisa menemukan batu besar anda.

Buatlah Daftar Hal Penting (DHP) anda setiap hari, susun dalam sebuah daftar, isinya hanya boleh maksimal 3 hal penting yang wajib dan harus anda lakukan sebelum melakukan hal - hal lain. Lakukan lah ini setiap hari, buatlah DHP anda, dan berprogres lah untuk mengerjakannya hingga selesai.

Dengan demikian anda sudah bisa memilah mana batu besar dan mana batu kecil, kerikil dan pasir. Semakin anda bisa dan mampu memilih mana batu besar yang harus anda pilih, maka anda akan menjadi semakin efisien dan efektif untuk mencapai goal - goal anda.

Less clutter more purpose (Kurangi kekacauan, perbanyak manfaat).

I write about productivity, habits, decision making, programming, writing and personal finance. What It Takes To Be Free.


EmoticonEmoticon