Pengalaman Ikut Test TOEIC

Kemarin saya baru mengikuti salah satu syarat administrasi di kantor yaitu tes TOEIC. TOEIC adalah tes yang diwajibkan untuk mengetahui seberapa besar anda bisa berbahasa inggris di dunia perkantoran (yang resmi - resmi lah pokoknya).

Bahasa inggris memang sudah menjadi kebutuhan dasar berbahasa bagi kita khususnya di era digital ini. Hampir di semua bidang kehidupan saat ini menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar.

Saya sendiri masih harus banyak belajar bahasa inggris, khususnya bahasa inggris di dunia kerja (perkantoran). Bahasa inggris di dunia kerja sangat berbeda sekali dengan bahasa inggris yang digunakan dalam percakapan sehari - hari di lingkungan pergaulan non formal karena itulah dibutuhkan parameter yang bisa mengukur kemampuan berbahasa inggris formal yaitu melalui tes TOEIC.

Dari test TOEIC (Test of English for International Communication) yang sudah saya ikuti sebelumnya, disini saya akan coba share sedikit tentang pengalaman saya menjalani/mengikuti TOEIC test ini.

Saya mengikuti tes ini tanpa persiapan, tidak ada persiapan khusus mengikuti tes, karena jujur saya ingin melihat nilai tes bahasa inggris formal saya tanpa persiapan.

Saya ingin memastikan apakah kualitas bahasa inggris saya sudah berubah semakin lebih baik atau belum (sekedar info, hingga artikel ini saya tulis, hasil test nya belum ada, semoga saja nilai saya lumayan...amin).

Okay, pengalaman tes kemaren seperti kembali ke masa ujian masuk perguruan tinggi dulu di tahun 2004 (waktu itu namanya SPMB mungkin di angkatan anda sudah berbeda, yang lulus SMA di tahun 2003 s/d 2008 pasti ngerti istilah ini).

Photo by You X Ventures on Unsplash
Waktu ujian TOEIC ini hanya 2 (dua) jam atau 120 menit dengan total jumlah soal 200 (dua ratus soal), soal2nya dibagi menjadi dua bagian yaitu Listening dan Reading.

1. TAHAP I : LISTENING 
Di tahap pertama ujian TOEIC ini, listening menjadi bagian pertama yang diujikan dari 200 soal yang ada. Di tahap ini setiap soal ujian dimulai dengan mendengarkan sebuah percakapan terlebih dahulu dan kemudian terdapat beberapa soal yang ditanyakan terkait percakapan tersebut.

Sebenarnya kalau anda sering mendengarkan percakapan bahasa inggris tes ini tidak sulit untuk dijalani. Karena percakapan yang ada di dalamnya cukup mudah untuk dicerna. Hanya saja percakapan bahasa inggris yang ada pada tahap ini sangat spesifik pada percakapan bahasa inggris di dunia kerja.

Percakapan yang sifatnya resmi, khususnya percakapan yang berkaitan dengan kegiatan di kantor, itulah percakapan yang disajikan di tes TEOIC ini. Menurut saya tes listening TOEIC disini adalah tes yang menguci kemampuan anda mendengarkan dan memaknai percakapan bahasa inggris di perkantoran (that's it).

2. TAHAP II : READING
Di tahap II ini kita disuruh untuk menjawab soal - soal yang telah disusun berdasarkan kalimat atau paragraf yang harus kita baca terlebih dulu (reading).

Lagi - lagi saya harus sampaikan kalau soalnya sebenarnya menurut saya tidak terlalu sulit, tetapi yang perlu di perhatikan adalah bahwa isi dari kalimat atau paragraf bukan lah berupa cerita atau kutipan paragraf dari sebuah koran atau majalah.

Tetapi isi kalimat dan paragraf diambil dari memo - memo resmi, surat - surat resmi yang biasa digunakan di perkantoran, sehingga kalimat - kalimat nya harus dimaknai dengan cermat.

Anda harus membacanya dan menafsirkannya sebagai bahasa pekerja di sebuah perusahaan, dimana anda harus terbiasa dengan bahasa - bahasa memo dan persuratan di kantor.

Nah, pengalaman ke dua kali mengikuti tes TOEIC ini, menurut saya tes TOEIC ini sebenarnya tidak terlalu sulit apabila anda seorang pekerja kantoran yang sudah biasa menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar di tempat kerja.

Mengapa tes TOEIC diperlukan ?
Perusahaan dinilai perlu mengujikan tes TOEIC ini kepada karyawannya untuk melihat bagaimana kemampuan mereka ketika berkomunikasi dalam bahasa inggris secara formal/resmi (baik lisan maupun tulisan).

Tentu perusahaan yang memiliki jaringan bisnis sampai ke luar negeri sangat membutuhkan tes TOEIC ini sebagai alat ukur yang sudah teruji, karena dengan demikian perusahaan bisa mengetahui secara persis kemampuan dari para karyawannya ketika bekerja dengan pihak di luar negeri, yang menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar.
Untuk yang belum pernah tes TOEIC, saran saya perbanyak lah membaca contoh - contoh surat yang ditulis dalam bahasa inggris, contoh memo, dan percakapan - percakapan formal/resmi di dunia kerja (perkantoran).  
Hal ini akan sangat membantu sekali, karena yang diuji hanya 2 (dua) yaitu kemampuan anda mendengarkan, dan kemampuan anda menterjemahkan tulisan - tulisan resmi seperti surat dan memo- memo.

Semoga sharing kali ini bermanfaat ya, kalau ada pertanyaan boleh langsung di kolom komentar, sekian dan terima kasih sudah mampir.

I write about productivity, habits, decision making, programming, writing and personal finance. What It Takes To Be Free.


EmoticonEmoticon