Taktik menangani Si Manager Beracun (Di Kantor)

Manajer atau bos yang menyebalkan ada dimana - mana guys, tapi jangan kuatir tips ini sudah diracik sedemikian rupa, dan tips ini pasti bisa membantu anda menghadapi manajer - manajer beracun itu.

Manajer yang menyebalkan ini pada umumnya akan membuat seluruh tim demotivasi dan kehilangan energi untuk bisa bekerja dengan efektif. Biasanya manajer beracun akan membuat pegawai yang berkualitas menjadi seorang pegawai yang tidak kompeten (jadinya).

Manajer menyebalkan ini menjadi racun mematikan (toxic) bagi tim, bagi divisi atau departemen, bahkan akan merusak organisasi di dalam sebuah perusahaan.

Di bawah ini contoh pengalaman saya bekerja dengan seorang manajer beracun alian manajer yang "menyebalkan" :

  • Saya sudah bekerja sekitar 7 tahun di sebuah Bank (sampai sekarang masih disana), dan sepanjang karir saya saya sudah pernah bekerja dengan beberapa manajer dan diantaranya terdapat pula manajer seperti ini.
  • Saya sudah pernah disalahkan di depan big boss oleh manajer saya sendiri karena saya salah mengerjakan pekerjaan yang diminta oleh big boss (padahal saya sudah mengerjakan sesuai dengan arahan si manajer beracun ini, tapi saya tetap saja salah, padahal sebenarnya dia yang salah ngasih arahan).
  • Saya pernah menyelesaikan pekerjaan, namun tidak diperiska atau dicek oleh manajer saya dalam waktu berhari - hari, padahal sebenarnya si doi tidak sedang sibuk, tapi entahlah jadi nya kerjaan saya molor gak bisa di deliver tepat waktu. 
  • Efek psikologis dan efek fisik yang pernah saya alami adalah masuk rumah sakit berkali - kali karena penyakit maag yang diakibatkan oleh stress (dalam waktu lama), dan sumber stress saya di kantor (you know what I mean).
Hal - hal seperti di atas ini menurut saya tidak pantas seharusnya terjadi, walupun rasanya tidak persis seperti yang saya jelaskan di atas, tapi rasanya lebih parah dari itu, dan ini ibarat sebuah kegagalan (seorang manajer) yang tidak termitigasi dengan baik.

Tetapi puji Tuhan saya bisa melewati beberapa hambatan dan halangan ini, dan saya mendapat promosi jabatan (berkat Tuhan), semua karena anugrah dan berkatNya.

Photo by Icons8 Team on Unsplash
Karena sudah tidak suka dengan kondisi seperti ini, akhirnya saya memilih untuk menggunakan taktik bertahan (Survival Tactic) untuk bisa menghadapi si manajer beracun, dan disini saya akan coba paparkan taktik itu paling tidak semoga bisa membantu anda kalau di kantor anda saat ini ada manajer beracun.

Taktik pertama adalah taktik menyelesaikan kerjaan, taktik ke dua adalah taktik yang akan membantu anda mengelola mental, psikologi, kondisi kesehatan anda dengan bekerja bersama orang - orang seperti ini.

Taktik Nomor 1 - Selesaikan Kerjaan

# Keluar (Resign) : Taktik bertahan yang paling ekstrim adalah keluar dari kerjaan sesegera mungkin, kita tidak bisa memilih atasan, tapi kita bisa mencari atasan yang lebih baik di tempat lain yang mungkin ada bos atau manajer yang lebih baik dari manajer kita saat ini. Gunakan jaringan atau relasi, cari lah opsi - opsi lowongan kerjaan dari mereka dimanapun.

Mulailah mengelola keuangan untuk bisa hidup dengan sisa tabungan saat ini jika memang anda memutuskan untuk segera keluar meskipun belum dapat kerjaan baru.
Belasan juta rupiah per bulan tidak akan sebanding dengan kondisi emosi, mental dan kesehatan yang rusak akibat dari kelakuan manajer yang menyebalkan. Taktik di bawah ini, adalah taktik lanjutan kalau anda masih ingin bertahan di bawah kepemimpinan si manajer beracun saat ini.

# Hasil : Manajer "menyebalkan" pada umumnya tidak akan peduli dengan perasaan anda. Mereka tidak akan peduli bahwa dampak dari kelakuannya akan mempengaruhi produktifitas dan kesehatan kita. Bahkan mereka juga gak akan peduli meskipun kita menjadi benci kepada mereka atau jadi gak suka kepada mereka, mereka gak akan peduli cuy...
Buat mereka yang penting dan yang paling penting adalah hasil. Secara konkrit saya katakan di sini adalah hasil yang membuat mereka bisa bersinar di depan atasan nya, itu saja.

Mereka sangat menginginkan anda bisa menyelesaikan pekerjaan dengan cepat dan hasilnya bisa diukur, paling tidak bisa mengharumkan nama mereka di depan bosnya.

Untuk itu kelola lah mental, psikologi dan kesehatan anda, dan mulai selesaikan pekerjaan yang menurut dia perlu diselesaikan dengan cepat, gak usah peduli dengan kelakuannya, kerjakan saja pekerjaan anda hingga selesai, dan jangan lupa tetap cari jalan atau celah untuk bisa pindah divisi/unit atau perusahaan sesegera mungkin, sembari anda menyelesaikan kerjaan. Kerja keras lah mencari kerjaan lain atau lowongan di divisi lain.

# Laporkan Hanya Apa Yang Ingin Dia Dengar : Ketika anda menyampaikan hasil pekerjaan yang sudah anda selesaikan, maka beritahu si manajer beracun hanya yang ingin dia dengar saja, tapi tetap jujur dan jangan berbohong.
Laporkan progress yang sudah anda kerjakan, dan fokus lah untuk memberitahu daftar kerjaan apa saja yang sudah selesai dan berjalan dengan baik, jangan melaporkan kendala - kendala, dan jangan meminta bantuannya. Kalaupun ingin melaporkan, laporkan saja kalau anda sedang mengerjakannya dan sedang mengupayakan penyelesaiannya.

Biasanya manajer beracun tidak akan peduli dengan kondisi bawahan atau tim nya, dia akan berusaha menemukan alasan untuk menyalahkan bawahan nya ketika ada masalah dengan pekerjaannya. Sehingga kondisi ini harus bisa anda antisipasi dengan taktik di atas, lagi - lagi sembari anda cari tempat yang lebih nyaman.

Taktik Nomor 2 - Kelola Kondisi Anda (Mental dan Fisik).

# Berhenti Menyalahkan Diri Sendiri (Termasuk Manajer Anda) : Meskipun si manjer beracun membuat anda merasa gagal, tidak kompeten, tidak dihargai, dianggap tidak bisa kerja, sebenarnya gak loh ya. Ini bukan salah mu. Jangan salahkan dirimu sendiri, berhentilah menghabiskan energi untuk menyalahkan diri sendiri, dan apalagi menyalahkan si bos (buat apa guys). Yang namanya bajingan ya tetap bajingan, jangan sia-siakan energi anda untuk itu, mulaikan gunakan energi anda untuk hal positif, cari kerjaan baru, atau cari kesibukan baru. Biarkan saja si manajer beracun itu, jangan ijinkan dia menyerap energi mu.

# Jangan Harap Dia Berubah : Yang saya alami kondisi seperti ini tidak akan pernah berubah, karena karakter si manajer beracun ini sudah susah diubah. Si manajer beracun sudah menjadi brengsek sejak sebelum anda bekerja dengannya, dan itu sudah pasti terjadi bertahun - tahun sebelumnya, dan jangan harap ini bisa diubah dalam waktu singkat.

Dia tidak akan berubah, dan itu bukan tanggung jawab anda untuk merubahnya. Jalankan taktik anda, ubah pola kerja anda, dan sembari bekerja carilah pekerjaan lain yang lebih nyaman sehingga anda bisa terhindar dari sengatan si manajer beracun.

# Sharing dan Mentoring : Anda butuh mentor untuk belajar dan butuh teman untuk sharing tentang kondisi anda di kantor. Saya sendiri didukung oleh istri, saya selalu sharing ke istri tentang kondisi pekerjaan, kelakuaan atasan, dan kejadian - kejadian di kantor.

Hal ini sangat membantu meringankan beban pikiran dan memberikan jalan keluar untuk bisa kembali kerja dengan kondisi rileks.

Biasanya manajer beracun akan berusaha mengisolasi kita dari teman - teman di kantor, dia akan berusaha memberikan kerjaan - kerjaan di saat kita sedang bergaul dengan teman - teman lainnya. Dia tidak akan mau melihat kita punya waktu kosong, dia gak akan membiarkan anda tidak kerja.

Tapi jangan pedulikan itu, tetaplah bangun komunikasi dan relasi dengan banyak orang, cari teman - teman dekat anda waktu di sekolah, sharing dengan mereka, coba temukan opini - opini dari mereka mungkin mereka punya tips ampuh bagaimana cara menghadapi si manajer beracun. Carilah teman yang bisa dipercaya, keluarga dekat, atau teman lama anda yang mungkin ke dia anda bisa sharing banyak hal tentang tips bekerja dengan tipikal manajer beracun.

Satu hal penting yang sebenarnya wajib kita lakukan sebagai seorang profesional adalah menemukan mentor, menemukan orang yang bisa anda jadikan sebagai guru dalam karir anda, sebagai tempat anda untuk mencari petunjuk yang akan membantu anda menjalani karir yang lebih baik, supaya anda bisa maju dan bisa survive dimanapun anda bekerja.

# Berhentilah Peduli : Di masa depan akan banyak lagi orang yang akan menjadi bos anda, bos - bos masa depan anda, yang mungkin juga kelakuannya sama. Berhentilah mempedulikan orang - orang seperti ini. Mungkin ke depan kerjaan anda akan memaksa anda untuk kerja lembur, bepergian (dinas ke luar kota), rapat dimana - mana, yang membuat anda menjadi sulit membagi waktu untuk keluarga, waktu yang anda habiskan lebih dominan ke pekerjaan.

Satu hal yang perlu diingat adalah bos anda ini tidak akan peduli dengan itu, dia tidak akan peduli bagaimana anda punya waktu dengan keluarga dan sahabat - sahabat anda di luar sana.

Jadi cukupkan lah energi anda untuk bekerja sesuai dengan porsi anda, utamakan hal penting seperi keluarga, pikirkan keluarga anda, anak dan istri, jangan sampai pekerjaan anda ini menguras perhatian dan kepedulian anda kepada mereka.

Jangan sampai anda lebih peduli dengan kerjaan anda dibandingkan dengan keluarga (anak, istri, suami, orang tua) dan sahabat - sahabat anda.

Perlakukan lah kerjaan tersebut seperti sebuah bisnis, jangan biarkan diri anda diperbudak kondisi - kondisi seperti ini, keep enjoy working without losing your family and friends, make your family as priority.

Memang kerja dengan si manajer beracun kadang bikin hopeless, tapi dengan taktik di atas ini paling tidak anda bisa mentoleransi kondisi di kantor anda, paling tidak dalam jangka waktu yang pendek. Solusi jangka panjang adalah cari pekerjaan baru, sehingga anda bisa menemukan bos baru yang lebih asik, lebih mengerti kondisi anda dan bisa mengembangkan potensi - potensi yang ada di dalam diri anda saat ini.

#Tku.

I write about productivity, habits, decision making, programming, writing and personal finance. What It Takes To Be Free.


EmoticonEmoticon