Kenali 7 Tanda Berikut Ini Sebelum Anda Berani Berhutang

Di jaman sekarang ini bagi siapa pun baik yang ber-profesi sebagai pebisnis/pedagang maupun yang bukan jika ingin mendapatkan dukungan dana sebagai tambahan modal usaha atau mencari solusi keuangan melalui pinjaman sudah tidak sulit lagi.

Tidak seperti jaman dulu, kalau sekarang jika kita mau meminjam uang maka pilihannya bukan hanya Bank atau rentenir lagi, tetapi ada banyak pilihan lain yang bisa kita gunakan. Perusahaan peminjam yang bisa memberikan pinjaman layaknya Bank seperti Fintech, Koperasi Simpan Pinjam, Multifinance, dll ada tersedia dengan berbagai kemudahan dan fitur produknya masing - masing.

Bahkan perusahaan seperti Traveloka dan Gojek pun sudah memiliki fitur atau produk pinjaman yang bisa memberikan hutang kepada para penggunanya, meskipun memang belum dapat memberikan nilai yang besar seperti nilai pinjaman yang dapat diberikan oleh Bank.

Produk pinjaman saat ini sangat variatif, mulai dari pinjaman yang ber-agunan 100% maupun pinjaman yang tanpa agunan sama sekali, yang provisinya murah dan yang mahal, semua banyak tersedia di market. Bisa dibilang perbankan, koperasi, bahkan rentenir bisa membantu kita ketika kita kesulitan keuangan atau membutuhkan suntikan dana.


Photo by NeONBRAND on Unsplash
Nah, yang jadi pertanyaan adalah orang atau perusahaan seperti apa sih yang perlu meminjam atau berhutang ? adakah tanda khusus yang harus kita lihat sebelum mulai berhutang ? apakah semua hanya orang yang tidak punya uang yang butuh hutang? Lalu kenapa mereka harus berutang ?

Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan ini ada beberapa tanda penting yang wajib kita cermati supaya kita punya mindset atau pemikiran yang tepat mengenai hutang, tau risiko hutang dan tau kapan saatnya bisa berhutang.

Satu hal lain yang paling penting tahu adalah risiko berhutang, ketika kita tidak mampu membayar hutang maka hidup kita pun menjadi tidak bisa tenang lagi, setiap waktu akan dikejar – kejar debt collector (tukang tagih hutang), kualitas hidup kita yang tadinya bahagia bisa berubah menjadi tidak bahagia, jadi perlu diwaspadai dan perlu kehati – hatian sebelum memutuskan diri untuk mulai berhutang.

Hutang yang tidak terbayar (macet) akan membuat hidup tidak tenang sampai hutang tersebut lunas barulah kita bisa bebas dan hidup tenang.

Ada banyak orang yang berhutang demi untuk memenuhi keinginan membeli barang – barang mewah yang hanya digunakan untuk memuaskan keinginan semata, pada umumnya orang yang mengambil hutang karena alasan seperti inilah yang akan dililit hutang.

Disini saya ingin mencoba menyampaikan kondisi apa saja sih yang perlu diperhatikan agar kita benar – benar tau memang sudah saatnya menggunakan hutang, sehingga kita bisa bebas dari hutang tetapi tetap bisa memanfaatkan hutang dengan baik.

Berikut ini adalah 7 tanda yang menunjukkan bahwa anda sudah siap dan sudah mampu memanfaatkan hutang untuk meningkatkan dan mengembangkan keuangan pribadi anda maupun kebutuhan bisnis perusahaan anda :

1. Tanda Pertama : Anda Sudah Punya Catatan Keuangan Yang Benar (pencatatan)
Pencatatan yang baik atas setiap aktifitas keuangan merupakan hal penting dalam membantu peningkatan kinerja perusahaan. Ada banyak manfaat yang diperoleh jika sebuah perusahaan yang memiliki pencatatan keuangan yang baik, antara lain manajemen akan lebih mudah untuk meninjau kesehatan keuangan perusahaan, dan akan lebih mudah untuk menentukan arah kebijakan perusahaan.

Jika perusahaan anda atau bisnis yang anda bangun saat ini sudah memiliki pencatatan yang baik, dan tidak ada satupun aktifitas keuangan yang tidak dicatatkan di dalam pembukuan anda, maka hal ini berarti ketika anda punya hutang, maka semua aliran keuangan perusahaan yang berkaitan langsung dengan penggunaan hutang tersebut dapat anda pantau setiap hari setiap waktu melalui pencatatan tersebut.

Jika hal tersebut sudah anda pahami dan sudah anda lakukan dalam satu tahun terakhir ini berati anda sudah bisa berhutang karena pencatatan anda sudah bagus.

Dengan pencatatan tersebut, anda dapat melihat perkembangan keuangan dan penggunaan hutang anda kemana saja, sehingga anda bisa atau dapat melakukan pembayaran atau pelunasan atas hutang tersebut sewaktu – waktu ketika kondisi keuangan anda sedang melemah dan/tau sedang bertumbuh.

Kalau belum punya pencatatan keuangan yang baik (keuangan pribadi maupun keuangan perusahaan) maka sebaiknya hindari dulu untuk berhutang, karena saya kuatir anda tidak mampu memantau penggunaan hutang anda sehingga kredit yang anda terima pun menjadi macet dan tidak bisa anda lunasi.

2. Tanda ke dua : Punya Tagihan (Tinggal Menunggu Jatuh Tempo)
Pada umumnya transaksi bisnis menggunakan jangka waktu atau tempo pembayaran, jadi tidak semua pembelian dibayar langsung (cash). Biasanya penjual memberikan jangka waktu atau tempo kepada pembeli sebelum melakukan pelunasan atas pembelian barang (piutang atau tagihan).

Kalau jatuh tempo piutang anda lama, maka cash flow (arus kas) keuangan anda akan terganggu sehingga dibutuhkan adanya suntikan dana dari pihak lain untuk mendukung arus kas anda supaya kembali normal.

Alur kas yang terganggu karena piutang yang belum jatuh tempo dapat diatasi dengan bantuan dana dari pihak lain seperti Bank atau Lembaga keuangan lainnya (hutang).

Ketika perusahaan anda memiliki sejumlah piutang terhadap perusahaan lain atas penjualan jasa/barang yang telah anda selesaikan/kirimkan dan akan dibayarkan pada saat jatuh tempo tagihan, maka piutang tersebut dapat anda ajukan ke Bank untuk diberikan dana talangan. Dana talangan (hutang) atas piutang tersebut dapat membantu arus kas atau cash flow perusahaan anda kembali normal, karena perusahaan dapat menerima pendapatan lebih cepat dari jatuh tempo.

Dengan pendapatan yang dapat diterima lebih cepat, tentu akan meningkatkan kualitas keuangan perusahaan anda. Bantuan dana talangan tersebut juga dapat meningkatkan penjualan, menambah stok atau melakukan peningkatan ekspasi penjualan yang lebih besar.

Dana talangan yang diberikan oleh Bank nantinya akan dilunasi dengan uang hasil pembayaran tagihan dari perusahaan tertagih, sehingga hutang perusahaan anda lunas tepat waktu pada saat pembayaran dari perusahaan terhutang dibayarkan pada saat jatuh tempo invoice atau tagihan.

3. Tanda ke tiga : Sudah Punya Penghasilan Tetap dan Cukup
Apabila anda sudah memiliki penghasilan tetap dan sebagian dari penghasilan anda digunakan untuk menyicil hutang, menurut saya tidak masalah. Sejauh hutang yang anda ambil tidak melebihi batas kemampuan anda untuk melakukan pembayaran cicilan nya setiap bulan dari penghasilan tetap anda.

Pada umumnya orang dengan penghasilan tetap dapat mengajukan hutang untuk pembelian rumah atau kendaraan (karena memang kedua benda ini merupakan kebutuhan pokok kita saat ini). Jadi tidak masalah kalua anda menggunakan hutang untuk dapat membeli rumah atau mobil.

Perlu anda perhatikan adalah belilah rumah atau mobil yang sesuai dengan kemampuan anda, jangan memaksakan diri untuk membeli dengan harga diluar kemampuan anda sendiri. Apabila pendapatan tetap anda sudah bagus, dan tidak ada kewajiban lain yang harus anda penuhi, maka anda bisa mengandalkan penghasilan tetap tersebut buat mengajukan hutang untuk pembelian rumah ata mobil.

4. Tanda ke empat : Tidak Malas Bandingin Harga
Kalau anda adalah orang yang sensitif dengan harga, maka anda bisa meminimalisir biaya – biaya yang timbul dari hutang.

Ketika anda hendak membeli rumah atau mobil, maka membandingkan harga akan membantu anda untuk menemukan rumah atau mobil yang murah, tetapi tetap sesuai dengan harapan dan kebutuhan keluarga anda.

Sama halnya dengan berhutang, sebaiknya sebelum anda memutuskan untuk mengajukan hutang ke salah satu Bank atau Lembaga penyedia pinjaman, sebaiknya anda lakukan benchmark dari masing – masing Lembaga tersebut.

Harga tidak selalu jadi patokan untuk membeli satu produk dari perbankan, tetapi dengan kemudahan dan kualitas layanan yang ditawarkan harus menjadi pertimbangan. Karena apabila harga murah tetapi kualitas layanan dan kemudahan yang ditawarkan tidak baik, maka lebih baik membeli produk yang lebih mahal tetapi kualitas layanan nya dapat mendukung kebutuhan anda.
Anda dapat menggunakan aplikasi seperti ms. excel untuk melakukan benchmarking terhadap setiap fitur – fitur produk yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia pinjaman tersebut. Jika anda sudah memiliki nilai perbandingan maka anda pun akan lebih mudah untuk menetapkan produk mana yang sesuai dengan kebutuhan keuangan anda.

5. Tanda ke lima : Sudah Punya Anggaran (Budgeting)

Budgeting atau pengalokasian anggaran untuk kebutuhan sehari – hari wajib anda lakukan ketika anda sudah berniat untuk berhutang. Jika belum bisa melakukan penganggaran yang baik atas setiap kebutuhan anda maka sebaiknya jangan berhutang dulu.

Alokasi anggaran yang baik adalah anggaran yang nilainya tidak berubah-ubah, anda tidak bisa tiba-tiba mengubahnya (menambah anggaran) di tengah jalan dengan merubah alokasi anggaran anda yang lainnya.

Kalau kondisi seperti ini terjadi, berarti penetapan anggaran di awal belum tepat sasaran, segera lakukan lagi perubahan anggaran anda di bulan berikutnya.

Anggaran merupakan keranjang uang yang anda sediakan dan anda alokasikan khusus untuk kebutuhan pembayaran satu hal. Anggaran menjadi pembatas bagi anda dalam menggunakan uang yang tersedia, anggaran juga bisa dijadikan sebagai alat untuk membagi uang anda sesuai dengan pos kebutuhan yang ada.

Jika anda sudah terbiasa dan mampu menyusun anggaran dengan baik, kemudian disiplin menggunakan anggaran tersebut, berarti anda sudah bisa menggunakan hutang dengan baik.

6. Tanda ke enam : Sudah Mampu Memanfaatkan Hutang Dengan Tepat
Ketika anda punya hutang, namun tidak menggunakan nya dengan tepat, maka kemungkinan besar anda tidak akan bisa melunasi nya.

Untuk itu penggunaan uang dari hutang harus benar – benar sesuai dengan kebutuhan atau tujuan utama anda mengambil hutang tersebut. Anda harus ingat bahwa uang tersebut bukan lah uang anda sendiri, ditambah ada biaya bunga yang harus anda bayar nanti.

Hutang yang anda ajukan untuk pembelian bahan baku produksi, tetapi ketika uang nya cair uang tersebut digunakan untuk membeli mobil atau membeli kendaraan pribadi, yang tidak ada hubungan nya sama sekali dengan bisnis anda.

Jika anda mengajukan pinjaman yang sifatnya untuk membantu kebutuhan keuangan jangka pendek, maka sebaiknya hutang tersebut digunakan untuk kebutuhan jangka pendek saja. Misanya anda mengajukan Kredit Modal Kerja maka uang nya agar digunakan untuk kebutuhan pembelian asset lancer (jangka pendek) perusahaan seperti pembelian bahan baku, bukan untuk pembelian asset jangka Panjang seperti mobil dll.

Jika salah penggunaan maka akan berdampak kepada pemenuhan atau pelunasan kredit pada saat jatuh tempo. Jika anda tidak bisa melunasi hutang pada saat jatuh tempo maka anda akan terkena penurunan golongan kredit dari kredit lancar menjadi kredit macet (Non Performing Loan), dan kondisi ini akan tercatat di OJK.

Jika anda memiliki kredit macet, maka akan berdampak di masa yang akan dating, anda menjadi perusahaan yang tidak dipercaya lagi untuk mendapatkan pinjaman dimanapun. Hal seperti ini akan menyulitkan perusahaan anda untuk mendapatkan dukungan hutang dari perusahaan – perusahaan peminjam seperti bank.

Sebaiknya hal ini benar – benar diperhatikan dengan baik sehingga kredit anda tidak pernah macet…

7. Tanda ke tujuh : Sudah Memahami dan Mampu Menjaga Rasio Keuangan Dengan Baik
Menjaga rasio keuangan khususnya terkait hutang sebaiknya harus anda perhatikan dengan baik. Karena apabila rasio keuangan anda sudah tidak wajar, maka sudah saatnya anda menghentikan penggunaan hutang.

Untuk kebutuhan pribadi, sebenarnya tidak perlu menggunakan rasio – rasio keuangan yang ada, kalua saya lebih prefer jika anda cukup menggunakan rumus 30% x pendapatan. Dimana total cicilan hutang anda setiap bulannya tidak boleh lebih besar dari 30% x nilai pendapatan anda setiap bulan.

Tetapi jika anda berbisnis dan perusahaan anda ingin meminjam maka sebaiknya terlebih dahulu perhatikan rasio – rasio keuangan perusahaan anda dengan cermat. Perhatikan tingkat kesehatan perusahaan dengan menghitung rasio – rasio keuangan perusahaan, khususnya rasio yang terkait langsung dengan hutang.

Rasio – rasio keuangan perusahaan seperti rasio Profitabilitas (yang menunjukkan kemampuan perusahaan anda dalam menghasilkan profit), rasio likuiditas (yang menunjukkan kemampuan perusahaan anda untuk memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan seperti hutang jatuh tempo, gaji karyawan, biaya operasional dll), serta rasio keuangan lainnya yang bisa anda hitung sendiri.

Selain mengetahui tingkat kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan anda, rasio keuangan juga bermanfaat untuk membantu manajemen perusahaan untuk mengambil kebijakan – kebijakan strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan di masa depan.

Pemahaman anda terkait rasio keuangan dan kemampuan anda untuk menjaga rasio keuangan perusahaan agar tetap sehat, maka hal tersebut menunjukkan anda sudah siap memanfaatkan hutang untuk mengembangkan bisnis perusahaan anda.

Ke 7 tanda – tanda di atas bisa dijadikan sebagai parameter atau pertimbangan sebelum anda memutuskan untuk berhutang. Kalau anda sudah terbiasa dengan ke 7 hal tersebut di atas ditambah memang saat ini terdapat kebutuhan tambahan modal berarti anda sudah bisa mempertimbangkan diri untuk mengajukan hutang ke Bank atau perusahaan penyedia pinjaman yang ada.

Sebaiknya berhutanglah ketika memang anda sudah mampu mengelola uang dari hutang tersebut dengan baik dan memang anda sedang membutuhkan hutang untuk pengembangan bisnis ke arah yang lebih baik, perlu dicatat agar jangan sampai anda berhutang karena hanya ingin memuaskan hawa nafsu belaka, hanya ingin terlihat kaya dihadapan orang lain, padahal sebenarnya anda belum mampu untuk memanfaatkan hutang.

Berhutanglah dengan santuy… jangan sampai anda terlilit oleh hutang guys…

Berhutang lah sesuai kebutuhan, ketika anda diberikan Plafond Kredit oleh Bank misalnya, itu tidak berarti anda serta merta langsung menggunakannya secara sembrono tanpa melihat kebutuhan financial anda yang sebenarnya.

Maksud dari Plafond Kredit sebenarnya adalah Plafond Kredit ditetapkan dan diberikan oleh si perusahaan peminjam (Bank) ditujukan untuk mengakomodir atau mengantisipasi jika terjadi lonjakan kebutuhan keuangan anda dalam satu tahun masa kredit (misalnya piutang anda sedang banyak karena penjualan meningkat di suatu season tertentu seperti hari raya keagamaan).

Pada umumnya penggunaan plafond akan nge-hit titik maksimal nya ketika terjadi kebutuhan yang tinggi dalam waktu tertentu (seasonal), diluar hal tersebut terjadi seperti bisnis as usual (BAU).

Dari sini kita bisa meliha bahwa artinya ada kemungkinan dalam satu waktu tertentu anda benar – benar menggunakan seluruh kredit anda hingga menyentuh angka plafond maksimal nya. Sehingga

Bank yang telah menyediakan plafond kredit tersebut tentu sudah menganasila nya terlebih dahulu sebelum memberikan nilai plafond tersebut kepada anda.

Anda bisa meningkatkan dan mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan hutang, asal anda paham dan disiplin dalam mengelola hutang tersebut dengan baik.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

6 Langkah Mudah Untuk Memperbaiki Masalah Keuangan Pribadi

Banyak orang saat ini sering pusing atau sakit kepala bukan karena kolesterol atau karena penyakit, tetapi lebih sering kali karena tidak punya uang. Memang hidup ini tidak melulu hanya soal uang dan uang, akan tetapi dengan pengelolaan keuangan yang kurang baik, maka akan menimbulkan banyak persoalan.

Keuangan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita cermati di jaman ini, karena apabila keuangan kita bermasalah maka kita akan dililit hutang dan hidup hanya gali lobang dan tutup lobang. Jika hidup dibayang – bayangi oleh hutang, akan mengurangi kualitas hidup anda, kesehatan, kebahagiaan dan kehidupan sosial anda.

Mengelola keuangan dengan baik sudah menjadi keharusan bagi setiap orang, orang berduit atau orang yang tidak berduit sekalipun wajib mengelola keuangan nya dengan baik, supaya tetap berduit. Kegagalan kita mengelola keuangan justru sering kali menjadi faktor penyebab gagal nya kita merancang masa depan kita.

Orang yang bisa mengelola keuangan yang baik tidak selalu hanya orang yang berpenghasilan yang banyak, tetapi orang dengan berpenghasilan sedikit sekalipun bisa lepas dari masalah keuangan, apabila pengelolaan keuangan nya dilakukan dengan baik.

Sering kali kita diatur oleh keuangan kita sendiri, hal ini tentu akan menjadikan kita budak dari uang, uang menjadi tuan kita, bukan kita yang menjadi tuan dari uang. Untuk menjadi tuan dari uang maka tentu kita harus bisa mengatur keluar masuk nya uang dari kantong kita, dan kita harus bisa tetap menjalani hidup berapapun uang yang kita hasilkan.

Banyak orang bisa menghasilkan uang yang banyak, tetapi hanya sedikit dari mereka yang bisa menabung dan menyisahkan hasil penghasilan nya. Disisi lain bayak juga orang yang bisa menabung dan menyisahkan uang dari setiap penghasilannya, tetapi hanya sedikit yang bisa berhasil menggandakan uang tersebut (investasi).

Tapi dipembahasan kali ini saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara berinvestasi, tetapi lebih kepada bagaimana anda mengelola keuangan anda agar tidak semua penghasilan yang anda hasilkan dari kerja keras anda di kantor atau di bisnis hilang begitu saja tak bersisa. Setiap bulan gajian tetapi tidak ada sepeser pun bersisa, usaha dan kerja keras anda sia – sia tak bersisa.

Photo by rupixen.com on Unsplash
Mengelola keuangan dengan baik tidak harus mengenyam pendidikan formal, anda bisa memulai nya sendiri dengan uang anda sendiri.

Dan siapapun bisa mengelola keuangan pribadinya dengan belajar sendiri, tanpa harus mengikuti Pendidikan formal atau pelatihan tentang keuangan. Dengan mengandalkan media informasi yang banyak tersedia online, siapapun bisa menguasai cara untuk mengelola keuangan dengan benar. Ada banyak sumber yang bisa anda temukan di luar sana, dan isinya pun sangat bagus apabila anda terapkan dan laksanakan sendiri.

Disini saya akan coba share sedikit tentang bagaimana mengatasi masalah keuangan dengan langkah – langkah yang mudah yang sudah saya lakukan untuk diri saya sendiri :

1. Langkah pertama : Menghindari Gaya Hidup Konsumtif
Coba hentikan gaya hidup konsumtif, sebelum anda membeli barang atau sesuatu cobalah untuk berhenti sebentar, tarik nafas dalam – dalam, dan coba tanya diri anda sendiri apakah ini kebutuhan yang memang harus anda beli atau hanya karena sekedar keinginan anda sendiri.

Gaya hidup konsumtif adalah gaya hidup yang selalu mengeluarkan atau membelanjakan uang untuk membeli barang – barang yang sebenarnya tidak perlu dan tidak dibutuhkan, tetapi karena pengaruh iklan dan trend sosial yang membuat anda terdorong untuk membelinya meskipun anda tidak punya uang.

Kalau anda membeli karena terpengaruh oleh iklan, berarti iklan nya berhasil menjual barang kepada orang – orang seperti anda. Semestinya hal – hal kecil seperti ini harus kita cermati dengan baik, jangan biarkan diri anda terlena dengan pengaruh iklan maupun pengaruh trend yang sedang ada.

Tidak ada salahnya mengiktu trend yang ada, karena memang kita hidup di dunia social yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Dan wajar kalua kita terpengaruh oleh trend yang terjadi di lingkungan kita.

Tetapi alangkah baiknya kita terlebih dulu melihat kemampuan keuangan dan perencanaan keuangan kita sebelum membeli barang – barang trend tersebut. Jangan sampai kita menghabiskan uang untuk itu, padalah barang – barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan sama sekali.

Tips mudah untuk membedakan ini keinginan atau kebutuhan, cobalah untuk menunda untuk membeli barang tersebut dalam waktu 30 hari. Tiga puluh hari bisa anda jadikan sebagai patokan untuk mengukur tingkat keinginan anda terhadap barang atau sesuatu yang sangat anda inginkan saat ini.

Jika dalam waktu 30 hari ternyata masih menginginkan barang tersebut berarti anda memang membutuhkan nya, namun jika tidak maka beruntunglah tidak membelinya karena akhirnya anda pun tidak menginginkan nya lagi.

Sebaik dan sebisa mungkin agar untuk menghindari gaya hidup konsumtif, demi terjaganya kesinambungan keuangan anda yang lebih baik. Sekalipun anda memiliki uang yang banyak, tidak seharunya menggunakan uang untuk hal hal yang sifatnya tidak perlu, hanya untuk hal – hal yang tidak berguna, kalaupun punya banyak uang sebaiknya dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna, seperti membantu orang lain.

2. Langkah ke Dua : Dana Emergensi
Tabungan untuk kebutuhan yang mendesak sangat perlu sekali (emergency fund), tabungan ini tidak boleh diutak – atik, karena tabungan tersebut memang sudah khusus anda alokasikan untuk hal – hal yang tidak terduga yang mungkin terjadi di masa depan.

Untuk membuat tabungan ini sebenarnya tidak lah begitu sulit hanya saja butuh kedisiplinan untuk mewujudkannya. Disiplin menabung setiap kali anda gajian, dengan menyisihkan 300 ribu sd 500 rb setiap kali anda gajian, dalam setahun anda sudah punya uang untuk emergensi sekitar 6 juta rupiah tentu nilai tersebut bisa anda jadikan sebagai tabungan emergensi untuk menjawab kebutuhan anda kalua ada yang mendesak.

Sisihkan sebagian penghasilan anda untuk hal – hal yang mungkin terjadi di luar dugaan anda, dan sebaiknya taro lah uang tersebut di satu rekening tabungan yang bisa diambil sewaktu – waktu, tanpa harus menunggu proses pencairan terlebih dahulu.

Tips untuk bisa mengumpulkan dana ini adalah cobalah untuk memeriksa kembali pengeluaran bulanan anda, apakah ada pengeluaran yang bisa anda minimalisir seperti tv berlangganan, pembelian baju atau pakaian yang tidak begitu penting, ikut berlangganan di sebuah gym (yang bisa anda gantikan dengan olahraga di tempat terbuka), biaya pengeluaran untuk mobil, biaya minum starbucks, biaya music berlangganan dll.

Dari biaya – biaya tersebut segeralah menghentikan biaya atas langganan yang tidak perlu, dan uangnya bisa anda gunakan untuk kebutuhan menabung dana tak terduga. Gunakan uang tersebut hingga terkumpul dana emergensi minimal 10 juta rupiah.

Nilai dana mendesak ini silahkan disesuaikan sendiri dengan kebutuhan anda, carilah angka yang benar sesuai dengan kondisi keuangan anda saat ini.

3. Langkah Ke Tiga : Hindari Ngutang
Memang akan sulit bagi kita untuk tidak memiliki hutang di jaman sekarang ini, karena untuk mempunyai rumah saja (yang merupakan kebutuhan pokok kita) harus menggunakan bantuan kembaga keuangan (ngutang) baru bisa kebele tuh rumah, kalua tidak maka kita tidak akan pernah bisa punya rumah sendiri, karena harus mengumpulkan cash yang banyak terlebih dahulu.

Tapi hal ini bisa dimaklumi, tetapi mindset yang harus anda miliki adalah sebisa mungkin hindari berhutang, lebih baik anda tidak membeli sesuatu dari pada harus mengandalkan hutang untuk membelinya, karena beban hutang tersebut akan selalu menghantui keuangan anda dimasa depan.

Hindarilah untuk berhutang sebisa mungkin, jangan pernah berhutang untuk sesuatu yang memang tidak perlu dan tidak mendesak.

Kalaupun anda saat ini sudah memiliki hutang, maka sebaikan utamakan agar dari setiap penghasilan yang anda terima, maka sebagian agar disisihkan untuk melunasi hutang tersebut walau sedikit demi sedikit, semakin cepat hutang dilunasi maka semakin kecil biaya bunga yang harus dibayar.

4. Langkah Ke Empat : Gunakan Duit Cash, Jangan Kartu Kredit
Uang cash akan selalu lebih baik dari pada uang dari kartu kredit untuk keperluan sehari – hari. Belanja dengan menggunakan kartu kredit membuat anda seolah tidak punya batasan uang untuk berbelanja, yang menjadi pembatas kartu kredit adalah plafond pada kartu tersebut, dan pada umumnya plafond nya cukup besar, dan kadang bisa dua kali lipa lebih besar dari nilai penghasilan kita.

Apabila kita tidak cermat menggunakan kartu kredit maka akan banyak biaya bunga dan biaya fee yang harus kita keluarkan nantinya untuk melunasi kartu kredit tersebut. Biaya bunga dan fee pada kartu kredit cukup besar sekitar 2 % per bulan dan kalau disetahunkan maka nilainya sebesar 24 % per tahun. Nilai ini cukup besar, namun sering kali kita tidak menyadari kondisi ini, hingga akhirnya kita pun terlilit hutang kartu kredit.

Mengalokasikan uang belanja sejak dari awal akan lebih memudahkan anda untuk tidak menggunakan kartu kredit lagi.

Pada saja menerima gaji atau penghasilan, maka segera langsung alokasikan uang tersebut ke pos – pos belanja bulanan dan tetaplah mempertahankan alokasi tersebut sebisa mungkin, jangan sampai ada pengeluaran lain yang muncul di luar alokasi tersebut apalagi alokasi nya bersumber dari ngutang.

Dengan uang cash yang sudah anda alokasikan maka anda bisa dengan mudah mengatur berapa banyak maksimum uang yang sudah anda alokasikan untuk digunakan berbelanja kebutuhan. Sehingga dengan begini tidak akan ada lagi pengeluaran di luar dari alokasi yang sudah anda tetapkan di awal anda gajian.

5. Langkah ke Lima : Otomasi Keuangan 
Menggunakan fitur – fitur otomasi dari perbankan saat ini akan sangat membantu kita dalam mengelola keuangan secara otomatis.

Contoh fitur jasa perbankan yang bisa digunakan adalah fitur auto debet, fitus ini bisa digunakan untuk membantu memindahkan sejumlah uang secara rutin setiap bulan secara otomatis.

Gunakanlah fitur auto debet tersebut untuk menabung sejumlah uang secara rutin setiap bulannya secara otomatis setelah anda menerima gaji.

Fitur ini akan sangat membantu karena tidak perlu lagi melakukan transfer uang dari satu rekening ke rekening lain setiap bulannya. Cukup dengan mendaftarkan fitur auto debet di bank, maka setiap gajian sebagian uang anda akan langsung dipindahkan ke rekening simpanan anda yang lainnya.

Hal ini tentu akan lebih efisien dan efektif bagi anda, yang perlu dilakukan adalah memantau hasil pendebetan yang dilakukan oleh system tersebut.

6. Langkah Ke Enam : Jangan Membeli Kalau Tidak Butuh dan Kalau Tidak Punya Uang
Pada umumnya dan lebih tepatnya kita itu lebih sering membeli sesuatu yang kita inginkan bukan yang kita butuhkan, dan bahkan kita membelinya walau masih belum ada uang.

Keuangan yang baik seharusnya tidak boleh membeli sesuatu yang tidak jelas juntrungannya, kalua hanya untuk aksesoris sosialita maka sebaiknya hal tersebut segera dihidari.

Ada banyak orang di luar sana yang tidak mau kalah dengan orang – orang disekitarnya, tidak mau terlihat kurang dibandingkan teman – teman nya. Sehingga orang seperti ini akan selalu memaksakan dirinya untuk melebihi apa yang dimiliki oleh teman – teman nya.

Misal saja teman nya baru beli sepatu mahal atau baju ber merk, nah orang dengan tipikal seperti ini akan berusaha untuk mencari dan membeli sepatu atau baju melebihi apa yang dimiliki teman nya tersebut.

Meskipun belum memiliki uang, mengandalkan kartu kredit atau ngutang ke orang lain akan menjadi solusi bagi orang yang seperti ini.

Kalau seperti ini terus menerus, maka lama kelamaan orang ini akan dililit hutang demi hutang, bahkan untuk makan pun mungkin orang ini tidak akan punya uang lagi, dan hidup seperti ini akan sangat melelahkan.

Karena lagi – lagi jika gaya hidup kita sudah demikian maka tidak akan mungkin kita bisa menabung, sebesar apapun uang yang bisa kita hasilkan, pengeluaran kita akan menjadi tetap besar, karena kecenderungan kita untuk selalu mengikuti keinginan bukan memenuhi kebutuhan.

Lagi – lagi hal ini sangat penting sekali, ingat selau untuk jangan membeli sesuatu kecuali anda memang benar – benar membutuhannya. Da Jangan pernah membeli sesuatu jika uang nya anda pegang belum mencukupi. Jadi jika uang anda belum mencukupi maka bersabarlah menabung hingga masalah keuangan anda bisa teratasi dengan baik.

Ke enam cara di atas merupakan cara sederhana untuk mengelola keuangan agar dompet anda tetap terisi, tabungan anda tetap ada, dan yang paling penting terbebas dari hutang – hutang.

Keuangan yang baik dan gaya hidup yang menyesuaikan dengan keuangan akan menuntuk kita kea rah kebebasan finansial yang lebih cepat.

Selain mengelola keuangan dengan baik seperti yang saya sebutkan di atas, alangkah baiknya juga anda menjaga gaya hidup atau pola hidup, milikilah pola hidup sederhana, pola hidup yang sehat, karena kalua anda sakit, maka berapapun uang yang berhasil anda kumpulkan akan habis untuk biaya pengobatan.

Mulailah berolahraga jika anda tidak pernah berolahraga selama ini, mulailah menjaga pola makan yang sehat jika selama ini anda makan sembarangan. Kalau anda merokok sebaiknya hentikan merokok dari sekarang, karena rokok dapat merusak kesehatan anda.

Cara ini sangat sederhana namun jika dilakukan dengan baik, maka hasilnya anda akan semakin baik dalam mengelola keuangan. Hindarilah untuk mengutang sebisa mungkin, dan hindarilah untuk menggunakan uang anda ke hal – hal yang tidak penting, dan gunakan untuk buka usaha.

Terima kasih semoga bermanfaat ya.

Jackpot : Cara Mengajukan Pertanyaan Walau Anda Tidak Mendengarkan Isi Materi Selama Seminar

Biasanya ada dua hal utama yang menjadi tujuan kita ngikutin seminar-seminar, yang pertama kita ingin mencari informasi baru atau ilmu baru dari pembicara seminar tersebut, atau kita sekedar hanya ikut dan hanya karena diminta kantor untuk ikut.

Kalo seminarnya berbayar pasti anda akan tetap fokus mengikuti acara hingga selesai...

Tapi tau gak guys, kadang - kadang seminar itu membosankan dan secara umum seminar dengan durasi yang lama akan membuat kita tidak betah untuk duduk berlama - lama di kursi.

Untuk menghindari rasa bosan dari peserta seminar, biasanya MC akan menggunakan trik - trik ice breaking sehingga peserta bisa kembali fresh mengikuti seminar. Misalnya dengan mengeluarkan jokes - jokes kocak, atau memainkan game yang bisa menghibur peserta.

Biasanya untuk menjaga peserta tetap bertahan di tempat duduk, EO pasti akan menyediakan "sesuatu" di akhir acara, sesuatu yang gratis dan "lumayan" kalau kita bisa dapat.

Seminar yang baik adalah seminar yang bisa tetap menjaga semangat peserta mengikuti seminar dari awal hingga akhir.

Sebisa mungkin ikutlah seminar dengan semangat, kalau menurut anda seminarnya dari awal sudah gak menarik, lebih baik gak usah ikut, karena sayany sekali anda menghabiskan waktu tapi tidak ada manfaat bagi anda.

Tapi kalau anda dapat perintah atau ditugaskan oleh bos atau manajer anda (Baca : Tips menghadapi bos yang menyebalkan di kantor) untuk mengikuti seminar maka ikuti lah dengan seksama dan catat poin - poin penting yang bisa anda bawa pulang kembali ke perusahaan anda bekerja.

Biasanya seminar - seminar profesional akan memberikan hadiah bagi peserta yang aktif bertanya, bagi peserta yang memberikan pertanyaan yang relevan dengan isi seminar.

Tentu saja pembicara selalu mengharapkan pertanyaan dari para peserta nya, mungkin karena memang budaya kita kurang proaktif sehingga biasanya peserta seminar jarang mau bertanya, karena kurang tau atau mungkin karena malu.

Nah kali ini saya mau berbagi tips bagi kalian yang ingin proaktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan ketika mengikuti seminar, dan pertanyaan nya dijamin berkualitas seolah anda cukup memahami materi yang sedang dibawakan pembicara.

Terkadang yang saya lihat penyebab utama kenapa tidak bertanya bukan karena tidak tau apa yang mau ditanyakan, tapi sering kali karena kita tidak tau bentuk pertanyaan yang tepat seperti apa, takutnya salah nanya, maka jadinya kita malas bertanya.

Tapi jangan kuatir tips kali ini akan membantu anda menanganinya.

Oke, anda pernah tau Quora ?

Kalau sudah tau, berarti anda sudah familiar dengan isi dan manfaat dari quora ini.

Nah bagi yang belum tau, Quora adalah sebuah aplikasi (ada juga versi web nya) yang merupakan tempat kita untuk mengajukan pertanyaan apa saja, dan pertanyaan itu nanti akan dijawab oleh siapapun member di Quora yang ingin menjawab pertanyaan tersebut, demikian juga anda bisa memberikan jawaban terhadap pertanyaan - pertanyaan orang lain disana.

Untuk bisa melakukan hal tersebut, anda hanya perlu mendaftar kan sebuah akun disana, kemudian login dan langsung ketik pertanyaan yang ingin anda tanyakan dan setelah nya tinggal menunggu jawaban dari orang - orang  (member quora) yang ingin memberikan jawaban.

walau jawaban pertanyaan nya tidak selalu benar, tetapi anda bisa melihat berbagai jenis jawaban dari orang - orang yang menjawab pertanyaan anda tadi, dan tinggal pilih jawaban yang paling relevan.

Hingga saat ini, yang saya telusuri dan yang saya dalami, ada banyak sekali pertanyaan - pertanyaan dari berbagai jenis topik plus disertai jawaban - jawaban dari member - member yang ada disana

Terus apa hubungan nya dengan seminar bro...??

Hubungannya adalah kamu bisa menggunakan Quora ini sebagai sumber referensi yang handal untuk bertanya ketika sedang seminar.

Anda tinggal ketik saja topik yang sedang dibahas, akan muncul berbagai pertanyaan yang berhubungan dengan topik tersebut.

Tinggal pilih pertanyaan mana yang ingin anda tanyakan, kemudian silahkan anda tanyakan langsung kepada si pembicara.

Dengan tips ini anda bisa tampil terlihat sebagai peserta proaktif dan cuorius dengan topik yang sedang dibawakan oleh si pembicara.

Syukur - syukur nanti di akhir seminar anda bisa dapat hadiah, karena biasanya sering kali ada hadiah yang disiapkan oleh panitia khusus bagi siapapun peserta yang bertanya.

Jadi jangan malas bertanya, lumayan dapat hadiah, cukup dengan ngandalin quora.

Saya sendiri sudah merasakan manfaat dari quora ini guys, ini buktinya saya dapat sebuah kartu uang elektronik dan sebuah buku setelah mengajukan pertanyaan (asikk...), nih buktinya guys wkwk...


Tentu saya hanya memanfaatkan quora guys....wkwk, so anda pun bisa, selamat mencoba.

Terima kasih semoga bermanfaat.

Inilah Alasan Kenapa Kita Tidak Bisa Tampil Lebih Unggul

Pekerjaan kita sebenarnya gak ada habis - habis nya setiap hari dan setiap waktu, kenapa? karena memang begitulah pekerjaan, mereka akan selalu muncul karena banyak pekerjaan yang telah selesai dikerjakan akan menghasilkan pekerjaan lain yang harus dikerjakan.

Saya kadang suka merenung dan melamun benar gak sih kita itu harus mengerjakan banyak hal, atau apa sih sebenarnya yang perlu kita lakukan dengan kemampuan yang kita miliki, walau kecil tapi tetap memberikan warna yang berbeda dimanapun kita berada?

Saya sering mengamati tumbuh - tumbuhan di sekitar saya, demikian hal nya hewan - hewan di sekitar, saya mengamati hal sama apa sih yang mereka punya, dan hal berbeda apa yang mereka tidak punya.

Dari hasil pengamatan saya, satu hal yang saya menurut saya menjadi sebuah pelajaran penting adalah semua tumbuhan atau hewan ini memiliki bentuk yang berbeda, memiliki sifat yang berbeda, makanan yang berbeda, buah yang berbeda, bentuk tubuh yang berbeda, daun yang berbeda dan banyak perbedaan - perbedaan lainnya.

Tetapi apakah mereka ini tidak punya persamaan? Persamaan yang saya lihat adalah persamaan yang sifat nya generik, misalnya banyak pohon yang memiliki daun, pohon - pohon itu sama - sama memiliki daun, dengan kata lain secara generik tumbuhan memiliki daun. Tetapi apakah bentuk daun nya sama? tidak, apakah ukuran daun nya sama? jawabannya tidak juga, apakah warna daunnya sama ? jawaban nya tidak.

Demikian hal nya dengan hewan, diantara hewan - hewan yang saya amati, semuanya memiliki persamaan tapi lagi - lagi persamaan nya sifatnya generik, misalnya saja banyak hewan yang sama - sama memiliki 4 buah kaki, tetapi apakah kaki nya ukuran nya sama satu dengan yang lain? jawab nya tidak, apakah kaki - kaki hewan ini warna nya sama? jawab nya tidak juga, atau apakah kaki - kaki hewan ini semuanya berbulu ? lagi - lagi jawaban nya tidak.

Jadi dari sini bisa kita ambil kesimpulan bahwa hewan dan tumbuhan saja diciptakan unik dan berbeda oleh Tuhan yang Maha Kuasa, dan masing - masing memberikan warna yang berbeda.

Keunikan dari masing - masing hewan dan tumbuhan ini menunjukkan bahwa mereka memiliki fungsi dan manfaat nya masing - masing yang berbeda satu dengan lainnya.

Dan sekecil apapun perbedaannya, memberikan pernyataan bahwa itulah mereka, itulah value atau nilai mereka, nilai yang tidak ada satu hewan atau tumbuhan manapun memiliki nya di antar hewan dan tumbuhan yang ada.

Photo by sheldon nand on Unsplash
Dari kajian sederhana di atas ini saya melihat hal serupa bagi kita manusia siapapun dan dimanapun.

Saya menyimpulkan bahwa untuk menjadi manusia bernilai atau bervalue kita harus memiliki satu hal unik, sesuatu yang tidak satu orang pun bisa memilikinya.

Kalau saya coba konkritkan ke dalam kehidupan kita sehari - hari, saya ambil contoh anda adalah seorang karyawan di sebuah perusahaan. Ternyata di perusahaan tersebut, anda dinilai tidak memiliki “value unik” yang tidak dimiliki oleh teman - teman kantor anda lainnya.

Kalau seperti ini, apakah anda bisa dianggap lebih berguna dibandigkan yang lain? atau lebih baik dari yang lain?

Value disini adalah value yang berada di bawah kontrol atau kendali anda sendiri, bukan di bawah kendali bos anda atau orang lain.

Value yang benar - benar anda ciptakan sendiri sesuai minat dan bakat anda.

Sama seperti halnya hewan dan tumbuhan tadi, perbedaan yang mereka miliki merupakan value unik mereka sendiri, perbedaan itu menjadi nilai yang mereka tawarkan ke dunia ini.

Dan hal unik itu lah yang menjadikan kita bisa berhasil dan bisa unggul dalam setiap pekerjaan atau profesi yang kita miliki.

Value unik dari diri sendiri atau nilai unik yang membedakan kita dengan orang lain.

Value ini harus dicari dan harus ditemukan sendiri, tidak ada orang lain yang bisa memberikannya kepada kita, tetapi kita sendiri lah yang harus mencapainya sendiri.

Saya merasakan sesuatu yang menurut saya kita semua wajib memberikan satu value unik dimana pun kita berada, cukup satu saja tidak perlu banyak - banyak.

Contoh kita mulai dari keluarga, di tengah keluarga anda memiliki value yaitu selalu berprasangka positif ke siapapun anggota keluarga yang anda jumpai, tidak curiga dan tidak mengelabui anggota keluarga anda.

Value lain yang bisa anda ciptakan di dalam keluarga misalnya anda adalah anggota keluarga yang paling perhatian kepada semua anggota keluarga, cukup satu value saja, dan jadikan itu identitas anda di dalam keluarga.

Demikian halnya di tengah organisasi yang anda ikuti, ambilah sebuah value yang unik dan bermanfaat bagi organisasi anda, dan anda senang mengerjakan nya kapan pun dan dalam kondisi apapun.

Value yang sama bisa anda terapkan di dalam organisasi, misalnya anda adalah orang yang selalu berprasangka positif bagi siapapun yang anda jumpai, tidak curiga, dan tetap berkontribusi dengan memberikan perhatian - perhatian kepada organisasi anda khususnya bidang anda sendiri.

Di kantor juga demikian, value yang sama anda angkat dan anda kibarkan, hingga anda dikenal sebagai orang yang bisa memberikan kontribusi bagi perusahaan.

Value yang sama anda sebarkan, pikiran positif, perhatian kepada perkembangan perusahaan, perhatian kepada hal - hal kecil di perusahaan, di divisi atau di unit paling kecil di kantor anda.

Di semua bidang kehidupan anda, tampil lah dengan value yang sama, sehingga secara generik anda dikenal sama, dikenal memiliki value yang serupa dimanapun dan kapan pun.

Meskipun value anda kecil dibandingkan value yang dihasilkan oleh orang lain, tetapi value ini adalah diri anda, mewakili perasaan anda sendiri, mewakili jati diri, pribadi dan pikiran anda sendiri, itulah anda yang sesungguhnya.

Value yang tidak selaras di dalam setiap organ kehidupan kita lah yang menjadi penyebab kegagalan kita yang paling besar.

Bahkan yang paling dominan adalah kita sendiri sekian lama tidak pernah tau value apa yang kita miliki, value apa yang kita inginkan, kita benar - benar tidak tau dan tidak menyadarinya.

Sehingga kita menjadi seperti sebatang kayu di tengah lautan luas yang diombang - ambingkan ombak, yang bergerak kesana kemari tanpa arah yang jelas.

Saya yakin dan percaya ketika anda bisa menemukan value unik dari diri anda sendiri, maka kesuksesan dan kemudahan hidup akan anda raih dengan mudah dan tidak perlu mengeluarkan energi berlebih untuk mempertahankannya anda akan tetap bisa bertahan, karena itu sudah menjadi bagian genetik dari hidup anda sendiri.

Terima kasih, semoga tulisan ini bermanfaat.