-->

6 Langkah Mudah Untuk Memperbaiki Masalah Keuangan Pribadi

Banyak orang saat ini sering pusing atau sakit kepala bukan karena kolesterol atau karena penyakit, tetapi lebih sering kali karena tidak punya uang. Memang hidup ini tidak melulu hanya soal uang dan uang, akan tetapi dengan pengelolaan keuangan yang kurang baik, maka akan menimbulkan banyak persoalan.

Keuangan menjadi sesuatu yang sangat penting untuk kita cermati di jaman ini, karena apabila keuangan kita bermasalah maka kita akan dililit hutang dan hidup hanya gali lobang dan tutup lobang. Jika hidup dibayang – bayangi oleh hutang, akan mengurangi kualitas hidup anda, kesehatan, kebahagiaan dan kehidupan sosial anda.

Mengelola keuangan dengan baik sudah menjadi keharusan bagi setiap orang, orang berduit atau orang yang tidak berduit sekalipun wajib mengelola keuangan nya dengan baik, supaya tetap berduit. Kegagalan kita mengelola keuangan justru sering kali menjadi faktor penyebab gagal nya kita merancang masa depan kita.

Orang yang bisa mengelola keuangan yang baik tidak selalu hanya orang yang berpenghasilan yang banyak, tetapi orang dengan berpenghasilan sedikit sekalipun bisa lepas dari masalah keuangan, apabila pengelolaan keuangan nya dilakukan dengan baik.

Sering kali kita diatur oleh keuangan kita sendiri, hal ini tentu akan menjadikan kita budak dari uang, uang menjadi tuan kita, bukan kita yang menjadi tuan dari uang. Untuk menjadi tuan dari uang maka tentu kita harus bisa mengatur keluar masuk nya uang dari kantong kita, dan kita harus bisa tetap menjalani hidup berapapun uang yang kita hasilkan.

Banyak orang bisa menghasilkan uang yang banyak, tetapi hanya sedikit dari mereka yang bisa menabung dan menyisahkan hasil penghasilan nya. Disisi lain bayak juga orang yang bisa menabung dan menyisahkan uang dari setiap penghasilannya, tetapi hanya sedikit yang bisa berhasil menggandakan uang tersebut (investasi).

Tapi dipembahasan kali ini saya tidak akan menjelaskan bagaimana cara berinvestasi, tetapi lebih kepada bagaimana anda mengelola keuangan anda agar tidak semua penghasilan yang anda hasilkan dari kerja keras anda di kantor atau di bisnis hilang begitu saja tak bersisa. Setiap bulan gajian tetapi tidak ada sepeser pun bersisa, usaha dan kerja keras anda sia – sia tak bersisa.

Photo by rupixen.com on Unsplash
Mengelola keuangan dengan baik tidak harus mengenyam pendidikan formal, anda bisa memulai nya sendiri dengan uang anda sendiri.

Dan siapapun bisa mengelola keuangan pribadinya dengan belajar sendiri, tanpa harus mengikuti Pendidikan formal atau pelatihan tentang keuangan. Dengan mengandalkan media informasi yang banyak tersedia online, siapapun bisa menguasai cara untuk mengelola keuangan dengan benar. Ada banyak sumber yang bisa anda temukan di luar sana, dan isinya pun sangat bagus apabila anda terapkan dan laksanakan sendiri.

Disini saya akan coba share sedikit tentang bagaimana mengatasi masalah keuangan dengan langkah – langkah yang mudah yang sudah saya lakukan untuk diri saya sendiri :

1. Langkah pertama : Menghindari Gaya Hidup Konsumtif
Coba hentikan gaya hidup konsumtif, sebelum anda membeli barang atau sesuatu cobalah untuk berhenti sebentar, tarik nafas dalam – dalam, dan coba tanya diri anda sendiri apakah ini kebutuhan yang memang harus anda beli atau hanya karena sekedar keinginan anda sendiri.

Gaya hidup konsumtif adalah gaya hidup yang selalu mengeluarkan atau membelanjakan uang untuk membeli barang – barang yang sebenarnya tidak perlu dan tidak dibutuhkan, tetapi karena pengaruh iklan dan trend sosial yang membuat anda terdorong untuk membelinya meskipun anda tidak punya uang.

Kalau anda membeli karena terpengaruh oleh iklan, berarti iklan nya berhasil menjual barang kepada orang – orang seperti anda. Semestinya hal – hal kecil seperti ini harus kita cermati dengan baik, jangan biarkan diri anda terlena dengan pengaruh iklan maupun pengaruh trend yang sedang ada.

Tidak ada salahnya mengiktu trend yang ada, karena memang kita hidup di dunia social yang saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya. Dan wajar kalua kita terpengaruh oleh trend yang terjadi di lingkungan kita.

Tetapi alangkah baiknya kita terlebih dulu melihat kemampuan keuangan dan perencanaan keuangan kita sebelum membeli barang – barang trend tersebut. Jangan sampai kita menghabiskan uang untuk itu, padalah barang – barang tersebut sebenarnya tidak kita butuhkan sama sekali.

Tips mudah untuk membedakan ini keinginan atau kebutuhan, cobalah untuk menunda untuk membeli barang tersebut dalam waktu 30 hari. Tiga puluh hari bisa anda jadikan sebagai patokan untuk mengukur tingkat keinginan anda terhadap barang atau sesuatu yang sangat anda inginkan saat ini.

Jika dalam waktu 30 hari ternyata masih menginginkan barang tersebut berarti anda memang membutuhkan nya, namun jika tidak maka beruntunglah tidak membelinya karena akhirnya anda pun tidak menginginkan nya lagi.

Sebaik dan sebisa mungkin agar untuk menghindari gaya hidup konsumtif, demi terjaganya kesinambungan keuangan anda yang lebih baik. Sekalipun anda memiliki uang yang banyak, tidak seharunya menggunakan uang untuk hal hal yang sifatnya tidak perlu, hanya untuk hal – hal yang tidak berguna, kalaupun punya banyak uang sebaiknya dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna, seperti membantu orang lain.

2. Langkah ke Dua : Dana Emergensi
Tabungan untuk kebutuhan yang mendesak sangat perlu sekali (emergency fund), tabungan ini tidak boleh diutak – atik, karena tabungan tersebut memang sudah khusus anda alokasikan untuk hal – hal yang tidak terduga yang mungkin terjadi di masa depan.

Untuk membuat tabungan ini sebenarnya tidak lah begitu sulit hanya saja butuh kedisiplinan untuk mewujudkannya. Disiplin menabung setiap kali anda gajian, dengan menyisihkan 300 ribu sd 500 rb setiap kali anda gajian, dalam setahun anda sudah punya uang untuk emergensi sekitar 6 juta rupiah tentu nilai tersebut bisa anda jadikan sebagai tabungan emergensi untuk menjawab kebutuhan anda kalua ada yang mendesak.

Sisihkan sebagian penghasilan anda untuk hal – hal yang mungkin terjadi di luar dugaan anda, dan sebaiknya taro lah uang tersebut di satu rekening tabungan yang bisa diambil sewaktu – waktu, tanpa harus menunggu proses pencairan terlebih dahulu.

Tips untuk bisa mengumpulkan dana ini adalah cobalah untuk memeriksa kembali pengeluaran bulanan anda, apakah ada pengeluaran yang bisa anda minimalisir seperti tv berlangganan, pembelian baju atau pakaian yang tidak begitu penting, ikut berlangganan di sebuah gym (yang bisa anda gantikan dengan olahraga di tempat terbuka), biaya pengeluaran untuk mobil, biaya minum starbucks, biaya music berlangganan dll.

Dari biaya – biaya tersebut segeralah menghentikan biaya atas langganan yang tidak perlu, dan uangnya bisa anda gunakan untuk kebutuhan menabung dana tak terduga. Gunakan uang tersebut hingga terkumpul dana emergensi minimal 10 juta rupiah.

Nilai dana mendesak ini silahkan disesuaikan sendiri dengan kebutuhan anda, carilah angka yang benar sesuai dengan kondisi keuangan anda saat ini.

3. Langkah Ke Tiga : Hindari Ngutang
Memang akan sulit bagi kita untuk tidak memiliki hutang di jaman sekarang ini, karena untuk mempunyai rumah saja (yang merupakan kebutuhan pokok kita) harus menggunakan bantuan kembaga keuangan (ngutang) baru bisa kebele tuh rumah, kalua tidak maka kita tidak akan pernah bisa punya rumah sendiri, karena harus mengumpulkan cash yang banyak terlebih dahulu.

Tapi hal ini bisa dimaklumi, tetapi mindset yang harus anda miliki adalah sebisa mungkin hindari berhutang, lebih baik anda tidak membeli sesuatu dari pada harus mengandalkan hutang untuk membelinya, karena beban hutang tersebut akan selalu menghantui keuangan anda dimasa depan.

Hindarilah untuk berhutang sebisa mungkin, jangan pernah berhutang untuk sesuatu yang memang tidak perlu dan tidak mendesak.

Kalaupun anda saat ini sudah memiliki hutang, maka sebaikan utamakan agar dari setiap penghasilan yang anda terima, maka sebagian agar disisihkan untuk melunasi hutang tersebut walau sedikit demi sedikit, semakin cepat hutang dilunasi maka semakin kecil biaya bunga yang harus dibayar.

4. Langkah Ke Empat : Gunakan Duit Cash, Jangan Kartu Kredit
Uang cash akan selalu lebih baik dari pada uang dari kartu kredit untuk keperluan sehari – hari. Belanja dengan menggunakan kartu kredit membuat anda seolah tidak punya batasan uang untuk berbelanja, yang menjadi pembatas kartu kredit adalah plafond pada kartu tersebut, dan pada umumnya plafond nya cukup besar, dan kadang bisa dua kali lipa lebih besar dari nilai penghasilan kita.

Apabila kita tidak cermat menggunakan kartu kredit maka akan banyak biaya bunga dan biaya fee yang harus kita keluarkan nantinya untuk melunasi kartu kredit tersebut. Biaya bunga dan fee pada kartu kredit cukup besar sekitar 2 % per bulan dan kalau disetahunkan maka nilainya sebesar 24 % per tahun. Nilai ini cukup besar, namun sering kali kita tidak menyadari kondisi ini, hingga akhirnya kita pun terlilit hutang kartu kredit.

Mengalokasikan uang belanja sejak dari awal akan lebih memudahkan anda untuk tidak menggunakan kartu kredit lagi.

Pada saja menerima gaji atau penghasilan, maka segera langsung alokasikan uang tersebut ke pos – pos belanja bulanan dan tetaplah mempertahankan alokasi tersebut sebisa mungkin, jangan sampai ada pengeluaran lain yang muncul di luar alokasi tersebut apalagi alokasi nya bersumber dari ngutang.

Dengan uang cash yang sudah anda alokasikan maka anda bisa dengan mudah mengatur berapa banyak maksimum uang yang sudah anda alokasikan untuk digunakan berbelanja kebutuhan. Sehingga dengan begini tidak akan ada lagi pengeluaran di luar dari alokasi yang sudah anda tetapkan di awal anda gajian.

5. Langkah ke Lima : Otomasi Keuangan 
Menggunakan fitur – fitur otomasi dari perbankan saat ini akan sangat membantu kita dalam mengelola keuangan secara otomatis.

Contoh fitur jasa perbankan yang bisa digunakan adalah fitur auto debet, fitus ini bisa digunakan untuk membantu memindahkan sejumlah uang secara rutin setiap bulan secara otomatis.

Gunakanlah fitur auto debet tersebut untuk menabung sejumlah uang secara rutin setiap bulannya secara otomatis setelah anda menerima gaji.

Fitur ini akan sangat membantu karena tidak perlu lagi melakukan transfer uang dari satu rekening ke rekening lain setiap bulannya. Cukup dengan mendaftarkan fitur auto debet di bank, maka setiap gajian sebagian uang anda akan langsung dipindahkan ke rekening simpanan anda yang lainnya.

Hal ini tentu akan lebih efisien dan efektif bagi anda, yang perlu dilakukan adalah memantau hasil pendebetan yang dilakukan oleh system tersebut.

6. Langkah Ke Enam : Jangan Membeli Kalau Tidak Butuh dan Kalau Tidak Punya Uang
Pada umumnya dan lebih tepatnya kita itu lebih sering membeli sesuatu yang kita inginkan bukan yang kita butuhkan, dan bahkan kita membelinya walau masih belum ada uang.

Keuangan yang baik seharusnya tidak boleh membeli sesuatu yang tidak jelas juntrungannya, kalua hanya untuk aksesoris sosialita maka sebaiknya hal tersebut segera dihidari.

Ada banyak orang di luar sana yang tidak mau kalah dengan orang – orang disekitarnya, tidak mau terlihat kurang dibandingkan teman – teman nya. Sehingga orang seperti ini akan selalu memaksakan dirinya untuk melebihi apa yang dimiliki oleh teman – teman nya.

Misal saja teman nya baru beli sepatu mahal atau baju ber merk, nah orang dengan tipikal seperti ini akan berusaha untuk mencari dan membeli sepatu atau baju melebihi apa yang dimiliki teman nya tersebut.

Meskipun belum memiliki uang, mengandalkan kartu kredit atau ngutang ke orang lain akan menjadi solusi bagi orang yang seperti ini.

Kalau seperti ini terus menerus, maka lama kelamaan orang ini akan dililit hutang demi hutang, bahkan untuk makan pun mungkin orang ini tidak akan punya uang lagi, dan hidup seperti ini akan sangat melelahkan.

Karena lagi – lagi jika gaya hidup kita sudah demikian maka tidak akan mungkin kita bisa menabung, sebesar apapun uang yang bisa kita hasilkan, pengeluaran kita akan menjadi tetap besar, karena kecenderungan kita untuk selalu mengikuti keinginan bukan memenuhi kebutuhan.

Lagi – lagi hal ini sangat penting sekali, ingat selau untuk jangan membeli sesuatu kecuali anda memang benar – benar membutuhannya. Da Jangan pernah membeli sesuatu jika uang nya anda pegang belum mencukupi. Jadi jika uang anda belum mencukupi maka bersabarlah menabung hingga masalah keuangan anda bisa teratasi dengan baik.

Ke enam cara di atas merupakan cara sederhana untuk mengelola keuangan agar dompet anda tetap terisi, tabungan anda tetap ada, dan yang paling penting terbebas dari hutang – hutang.

Keuangan yang baik dan gaya hidup yang menyesuaikan dengan keuangan akan menuntuk kita kea rah kebebasan finansial yang lebih cepat.

Selain mengelola keuangan dengan baik seperti yang saya sebutkan di atas, alangkah baiknya juga anda menjaga gaya hidup atau pola hidup, milikilah pola hidup sederhana, pola hidup yang sehat, karena kalua anda sakit, maka berapapun uang yang berhasil anda kumpulkan akan habis untuk biaya pengobatan.

Mulailah berolahraga jika anda tidak pernah berolahraga selama ini, mulailah menjaga pola makan yang sehat jika selama ini anda makan sembarangan. Kalau anda merokok sebaiknya hentikan merokok dari sekarang, karena rokok dapat merusak kesehatan anda.

Cara ini sangat sederhana namun jika dilakukan dengan baik, maka hasilnya anda akan semakin baik dalam mengelola keuangan. Hindarilah untuk mengutang sebisa mungkin, dan hindarilah untuk menggunakan uang anda ke hal – hal yang tidak penting, dan gunakan untuk buka usaha.

Terima kasih semoga bermanfaat ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar