Kenali 7 Tanda Berikut Ini Sebelum Anda Berani Berhutang

Di jaman sekarang ini bagi siapa pun baik yang ber-profesi sebagai pebisnis/pedagang maupun yang bukan jika ingin mendapatkan dukungan dana sebagai tambahan modal usaha atau mencari solusi keuangan melalui pinjaman sudah tidak sulit lagi.

Tidak seperti jaman dulu, kalau sekarang jika kita mau meminjam uang maka pilihannya bukan hanya Bank atau rentenir lagi, tetapi ada banyak pilihan lain yang bisa kita gunakan. Perusahaan peminjam yang bisa memberikan pinjaman layaknya Bank seperti Fintech, Koperasi Simpan Pinjam, Multifinance, dll ada tersedia dengan berbagai kemudahan dan fitur produknya masing - masing.

Bahkan perusahaan seperti Traveloka dan Gojek pun sudah memiliki fitur atau produk pinjaman yang bisa memberikan hutang kepada para penggunanya, meskipun memang belum dapat memberikan nilai yang besar seperti nilai pinjaman yang dapat diberikan oleh Bank.

Produk pinjaman saat ini sangat variatif, mulai dari pinjaman yang ber-agunan 100% maupun pinjaman yang tanpa agunan sama sekali, yang provisinya murah dan yang mahal, semua banyak tersedia di market. Bisa dibilang perbankan, koperasi, bahkan rentenir bisa membantu kita ketika kita kesulitan keuangan atau membutuhkan suntikan dana.


Photo by NeONBRAND on Unsplash
Nah, yang jadi pertanyaan adalah orang atau perusahaan seperti apa sih yang perlu meminjam atau berhutang ? adakah tanda khusus yang harus kita lihat sebelum mulai berhutang ? apakah semua hanya orang yang tidak punya uang yang butuh hutang? Lalu kenapa mereka harus berutang ?

Untuk menjawab pertanyaan – pertanyaan ini ada beberapa tanda penting yang wajib kita cermati supaya kita punya mindset atau pemikiran yang tepat mengenai hutang, tau risiko hutang dan tau kapan saatnya bisa berhutang.

Satu hal lain yang paling penting tahu adalah risiko berhutang, ketika kita tidak mampu membayar hutang maka hidup kita pun menjadi tidak bisa tenang lagi, setiap waktu akan dikejar – kejar debt collector (tukang tagih hutang), kualitas hidup kita yang tadinya bahagia bisa berubah menjadi tidak bahagia, jadi perlu diwaspadai dan perlu kehati – hatian sebelum memutuskan diri untuk mulai berhutang.

Hutang yang tidak terbayar (macet) akan membuat hidup tidak tenang sampai hutang tersebut lunas barulah kita bisa bebas dan hidup tenang.

Ada banyak orang yang berhutang demi untuk memenuhi keinginan membeli barang – barang mewah yang hanya digunakan untuk memuaskan keinginan semata, pada umumnya orang yang mengambil hutang karena alasan seperti inilah yang akan dililit hutang.

Disini saya ingin mencoba menyampaikan kondisi apa saja sih yang perlu diperhatikan agar kita benar – benar tau memang sudah saatnya menggunakan hutang, sehingga kita bisa bebas dari hutang tetapi tetap bisa memanfaatkan hutang dengan baik.

Berikut ini adalah 7 tanda yang menunjukkan bahwa anda sudah siap dan sudah mampu memanfaatkan hutang untuk meningkatkan dan mengembangkan keuangan pribadi anda maupun kebutuhan bisnis perusahaan anda :

1. Tanda Pertama : Anda Sudah Punya Catatan Keuangan Yang Benar (pencatatan)
Pencatatan yang baik atas setiap aktifitas keuangan merupakan hal penting dalam membantu peningkatan kinerja perusahaan. Ada banyak manfaat yang diperoleh jika sebuah perusahaan yang memiliki pencatatan keuangan yang baik, antara lain manajemen akan lebih mudah untuk meninjau kesehatan keuangan perusahaan, dan akan lebih mudah untuk menentukan arah kebijakan perusahaan.

Jika perusahaan anda atau bisnis yang anda bangun saat ini sudah memiliki pencatatan yang baik, dan tidak ada satupun aktifitas keuangan yang tidak dicatatkan di dalam pembukuan anda, maka hal ini berarti ketika anda punya hutang, maka semua aliran keuangan perusahaan yang berkaitan langsung dengan penggunaan hutang tersebut dapat anda pantau setiap hari setiap waktu melalui pencatatan tersebut.

Jika hal tersebut sudah anda pahami dan sudah anda lakukan dalam satu tahun terakhir ini berati anda sudah bisa berhutang karena pencatatan anda sudah bagus.

Dengan pencatatan tersebut, anda dapat melihat perkembangan keuangan dan penggunaan hutang anda kemana saja, sehingga anda bisa atau dapat melakukan pembayaran atau pelunasan atas hutang tersebut sewaktu – waktu ketika kondisi keuangan anda sedang melemah dan/tau sedang bertumbuh.

Kalau belum punya pencatatan keuangan yang baik (keuangan pribadi maupun keuangan perusahaan) maka sebaiknya hindari dulu untuk berhutang, karena saya kuatir anda tidak mampu memantau penggunaan hutang anda sehingga kredit yang anda terima pun menjadi macet dan tidak bisa anda lunasi.

2. Tanda ke dua : Punya Tagihan (Tinggal Menunggu Jatuh Tempo)
Pada umumnya transaksi bisnis menggunakan jangka waktu atau tempo pembayaran, jadi tidak semua pembelian dibayar langsung (cash). Biasanya penjual memberikan jangka waktu atau tempo kepada pembeli sebelum melakukan pelunasan atas pembelian barang (piutang atau tagihan).

Kalau jatuh tempo piutang anda lama, maka cash flow (arus kas) keuangan anda akan terganggu sehingga dibutuhkan adanya suntikan dana dari pihak lain untuk mendukung arus kas anda supaya kembali normal.

Alur kas yang terganggu karena piutang yang belum jatuh tempo dapat diatasi dengan bantuan dana dari pihak lain seperti Bank atau Lembaga keuangan lainnya (hutang).

Ketika perusahaan anda memiliki sejumlah piutang terhadap perusahaan lain atas penjualan jasa/barang yang telah anda selesaikan/kirimkan dan akan dibayarkan pada saat jatuh tempo tagihan, maka piutang tersebut dapat anda ajukan ke Bank untuk diberikan dana talangan. Dana talangan (hutang) atas piutang tersebut dapat membantu arus kas atau cash flow perusahaan anda kembali normal, karena perusahaan dapat menerima pendapatan lebih cepat dari jatuh tempo.

Dengan pendapatan yang dapat diterima lebih cepat, tentu akan meningkatkan kualitas keuangan perusahaan anda. Bantuan dana talangan tersebut juga dapat meningkatkan penjualan, menambah stok atau melakukan peningkatan ekspasi penjualan yang lebih besar.

Dana talangan yang diberikan oleh Bank nantinya akan dilunasi dengan uang hasil pembayaran tagihan dari perusahaan tertagih, sehingga hutang perusahaan anda lunas tepat waktu pada saat pembayaran dari perusahaan terhutang dibayarkan pada saat jatuh tempo invoice atau tagihan.

3. Tanda ke tiga : Sudah Punya Penghasilan Tetap dan Cukup
Apabila anda sudah memiliki penghasilan tetap dan sebagian dari penghasilan anda digunakan untuk menyicil hutang, menurut saya tidak masalah. Sejauh hutang yang anda ambil tidak melebihi batas kemampuan anda untuk melakukan pembayaran cicilan nya setiap bulan dari penghasilan tetap anda.

Pada umumnya orang dengan penghasilan tetap dapat mengajukan hutang untuk pembelian rumah atau kendaraan (karena memang kedua benda ini merupakan kebutuhan pokok kita saat ini). Jadi tidak masalah kalua anda menggunakan hutang untuk dapat membeli rumah atau mobil.

Perlu anda perhatikan adalah belilah rumah atau mobil yang sesuai dengan kemampuan anda, jangan memaksakan diri untuk membeli dengan harga diluar kemampuan anda sendiri. Apabila pendapatan tetap anda sudah bagus, dan tidak ada kewajiban lain yang harus anda penuhi, maka anda bisa mengandalkan penghasilan tetap tersebut buat mengajukan hutang untuk pembelian rumah ata mobil.

4. Tanda ke empat : Tidak Malas Bandingin Harga
Kalau anda adalah orang yang sensitif dengan harga, maka anda bisa meminimalisir biaya – biaya yang timbul dari hutang.

Ketika anda hendak membeli rumah atau mobil, maka membandingkan harga akan membantu anda untuk menemukan rumah atau mobil yang murah, tetapi tetap sesuai dengan harapan dan kebutuhan keluarga anda.

Sama halnya dengan berhutang, sebaiknya sebelum anda memutuskan untuk mengajukan hutang ke salah satu Bank atau Lembaga penyedia pinjaman, sebaiknya anda lakukan benchmark dari masing – masing Lembaga tersebut.

Harga tidak selalu jadi patokan untuk membeli satu produk dari perbankan, tetapi dengan kemudahan dan kualitas layanan yang ditawarkan harus menjadi pertimbangan. Karena apabila harga murah tetapi kualitas layanan dan kemudahan yang ditawarkan tidak baik, maka lebih baik membeli produk yang lebih mahal tetapi kualitas layanan nya dapat mendukung kebutuhan anda.
Anda dapat menggunakan aplikasi seperti ms. excel untuk melakukan benchmarking terhadap setiap fitur – fitur produk yang ditawarkan oleh perusahaan penyedia pinjaman tersebut. Jika anda sudah memiliki nilai perbandingan maka anda pun akan lebih mudah untuk menetapkan produk mana yang sesuai dengan kebutuhan keuangan anda.

5. Tanda ke lima : Sudah Punya Anggaran (Budgeting)

Budgeting atau pengalokasian anggaran untuk kebutuhan sehari – hari wajib anda lakukan ketika anda sudah berniat untuk berhutang. Jika belum bisa melakukan penganggaran yang baik atas setiap kebutuhan anda maka sebaiknya jangan berhutang dulu.

Alokasi anggaran yang baik adalah anggaran yang nilainya tidak berubah-ubah, anda tidak bisa tiba-tiba mengubahnya (menambah anggaran) di tengah jalan dengan merubah alokasi anggaran anda yang lainnya.

Kalau kondisi seperti ini terjadi, berarti penetapan anggaran di awal belum tepat sasaran, segera lakukan lagi perubahan anggaran anda di bulan berikutnya.

Anggaran merupakan keranjang uang yang anda sediakan dan anda alokasikan khusus untuk kebutuhan pembayaran satu hal. Anggaran menjadi pembatas bagi anda dalam menggunakan uang yang tersedia, anggaran juga bisa dijadikan sebagai alat untuk membagi uang anda sesuai dengan pos kebutuhan yang ada.

Jika anda sudah terbiasa dan mampu menyusun anggaran dengan baik, kemudian disiplin menggunakan anggaran tersebut, berarti anda sudah bisa menggunakan hutang dengan baik.

6. Tanda ke enam : Sudah Mampu Memanfaatkan Hutang Dengan Tepat
Ketika anda punya hutang, namun tidak menggunakan nya dengan tepat, maka kemungkinan besar anda tidak akan bisa melunasi nya.

Untuk itu penggunaan uang dari hutang harus benar – benar sesuai dengan kebutuhan atau tujuan utama anda mengambil hutang tersebut. Anda harus ingat bahwa uang tersebut bukan lah uang anda sendiri, ditambah ada biaya bunga yang harus anda bayar nanti.

Hutang yang anda ajukan untuk pembelian bahan baku produksi, tetapi ketika uang nya cair uang tersebut digunakan untuk membeli mobil atau membeli kendaraan pribadi, yang tidak ada hubungan nya sama sekali dengan bisnis anda.

Jika anda mengajukan pinjaman yang sifatnya untuk membantu kebutuhan keuangan jangka pendek, maka sebaiknya hutang tersebut digunakan untuk kebutuhan jangka pendek saja. Misanya anda mengajukan Kredit Modal Kerja maka uang nya agar digunakan untuk kebutuhan pembelian asset lancer (jangka pendek) perusahaan seperti pembelian bahan baku, bukan untuk pembelian asset jangka Panjang seperti mobil dll.

Jika salah penggunaan maka akan berdampak kepada pemenuhan atau pelunasan kredit pada saat jatuh tempo. Jika anda tidak bisa melunasi hutang pada saat jatuh tempo maka anda akan terkena penurunan golongan kredit dari kredit lancar menjadi kredit macet (Non Performing Loan), dan kondisi ini akan tercatat di OJK.

Jika anda memiliki kredit macet, maka akan berdampak di masa yang akan dating, anda menjadi perusahaan yang tidak dipercaya lagi untuk mendapatkan pinjaman dimanapun. Hal seperti ini akan menyulitkan perusahaan anda untuk mendapatkan dukungan hutang dari perusahaan – perusahaan peminjam seperti bank.

Sebaiknya hal ini benar – benar diperhatikan dengan baik sehingga kredit anda tidak pernah macet…

7. Tanda ke tujuh : Sudah Memahami dan Mampu Menjaga Rasio Keuangan Dengan Baik
Menjaga rasio keuangan khususnya terkait hutang sebaiknya harus anda perhatikan dengan baik. Karena apabila rasio keuangan anda sudah tidak wajar, maka sudah saatnya anda menghentikan penggunaan hutang.

Untuk kebutuhan pribadi, sebenarnya tidak perlu menggunakan rasio – rasio keuangan yang ada, kalua saya lebih prefer jika anda cukup menggunakan rumus 30% x pendapatan. Dimana total cicilan hutang anda setiap bulannya tidak boleh lebih besar dari 30% x nilai pendapatan anda setiap bulan.

Tetapi jika anda berbisnis dan perusahaan anda ingin meminjam maka sebaiknya terlebih dahulu perhatikan rasio – rasio keuangan perusahaan anda dengan cermat. Perhatikan tingkat kesehatan perusahaan dengan menghitung rasio – rasio keuangan perusahaan, khususnya rasio yang terkait langsung dengan hutang.

Rasio – rasio keuangan perusahaan seperti rasio Profitabilitas (yang menunjukkan kemampuan perusahaan anda dalam menghasilkan profit), rasio likuiditas (yang menunjukkan kemampuan perusahaan anda untuk memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan seperti hutang jatuh tempo, gaji karyawan, biaya operasional dll), serta rasio keuangan lainnya yang bisa anda hitung sendiri.

Selain mengetahui tingkat kinerja dan kesehatan keuangan perusahaan anda, rasio keuangan juga bermanfaat untuk membantu manajemen perusahaan untuk mengambil kebijakan – kebijakan strategis untuk meningkatkan kinerja perusahaan di masa depan.

Pemahaman anda terkait rasio keuangan dan kemampuan anda untuk menjaga rasio keuangan perusahaan agar tetap sehat, maka hal tersebut menunjukkan anda sudah siap memanfaatkan hutang untuk mengembangkan bisnis perusahaan anda.

Ke 7 tanda – tanda di atas bisa dijadikan sebagai parameter atau pertimbangan sebelum anda memutuskan untuk berhutang. Kalau anda sudah terbiasa dengan ke 7 hal tersebut di atas ditambah memang saat ini terdapat kebutuhan tambahan modal berarti anda sudah bisa mempertimbangkan diri untuk mengajukan hutang ke Bank atau perusahaan penyedia pinjaman yang ada.

Sebaiknya berhutanglah ketika memang anda sudah mampu mengelola uang dari hutang tersebut dengan baik dan memang anda sedang membutuhkan hutang untuk pengembangan bisnis ke arah yang lebih baik, perlu dicatat agar jangan sampai anda berhutang karena hanya ingin memuaskan hawa nafsu belaka, hanya ingin terlihat kaya dihadapan orang lain, padahal sebenarnya anda belum mampu untuk memanfaatkan hutang.

Berhutanglah dengan santuy… jangan sampai anda terlilit oleh hutang guys…

Berhutang lah sesuai kebutuhan, ketika anda diberikan Plafond Kredit oleh Bank misalnya, itu tidak berarti anda serta merta langsung menggunakannya secara sembrono tanpa melihat kebutuhan financial anda yang sebenarnya.

Maksud dari Plafond Kredit sebenarnya adalah Plafond Kredit ditetapkan dan diberikan oleh si perusahaan peminjam (Bank) ditujukan untuk mengakomodir atau mengantisipasi jika terjadi lonjakan kebutuhan keuangan anda dalam satu tahun masa kredit (misalnya piutang anda sedang banyak karena penjualan meningkat di suatu season tertentu seperti hari raya keagamaan).

Pada umumnya penggunaan plafond akan nge-hit titik maksimal nya ketika terjadi kebutuhan yang tinggi dalam waktu tertentu (seasonal), diluar hal tersebut terjadi seperti bisnis as usual (BAU).

Dari sini kita bisa meliha bahwa artinya ada kemungkinan dalam satu waktu tertentu anda benar – benar menggunakan seluruh kredit anda hingga menyentuh angka plafond maksimal nya. Sehingga

Bank yang telah menyediakan plafond kredit tersebut tentu sudah menganasila nya terlebih dahulu sebelum memberikan nilai plafond tersebut kepada anda.

Anda bisa meningkatkan dan mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan hutang, asal anda paham dan disiplin dalam mengelola hutang tersebut dengan baik.

Terima kasih, semoga bermanfaat.

I write about productivity, habits, decision making, programming, writing and personal finance. What It Takes To Be Free.

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon